NEWSTICKER

Tag Result: brigadir j

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (11)

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (11)

Breaking News • 2 days ago Brigadir J

Terdakwa Putri Candrawathi membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 8 tahun penjara dari jaksa penuntut umum pada persidangan Rabu (25/1/2023). Pada awal pembelaan, Putri menyebut dirinya menjadi sosok perempuan yang tersakiti atas hujatan dan tuduhan yang tidak pernah Ia lakukan.

"Dari balik jeruji ini di rumah tahanan Kejaksaan Agung, dengan tertatih-tatih mengumpulkan energi yang tersisa, saya tuliskan sebuah surat untuk siapa pun yang mau membaca dan mendengarnya dengan hati. Sebuah nota pembelaan dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan," kata Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri mengungkap bahwa berupaya menulis pembelaan dalam kondisi tersebut. Seorang ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya. Putri menyebut, kondisi yang dialaminya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada.

Diketahui, Jaksa menuntut Putri Candrawathi dihukum selama delapan tahun penjara. Istri Ferdy Sambo itu dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Pakar: Alasan Anak Tidak Bisa Ringankan Vonis Putri

Pakar: Alasan Anak Tidak Bisa Ringankan Vonis Putri

Breaking News • 2 days ago Brigadir J

Jamin Ginting selaku pakar hukum yakin, hakim tidak akan memberikan keringanan kepada Putri Candrawathi jika alasannya demi anak. Hakim akan memerikan keringanan jika unsur pasal yang didakwakan tidak terbukti.

"Jika meminta keringan karena anak, tidak ada hukum pidana yang mengatur itu," tegas Jamin Ginting, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu (25/1/2023).

Putri Candrawathi membuat nota pembelaan pribadi yang sebagian besar berisi soal empat anaknya. Dirinya menyebut seluruh anaknya masih membutuhkan bimbingan orang tua. Nota pembelaan itu dibacakan sembari menangis di persidangan.

Jamin menyebut, nota itu bersifat psikologis, tidak ada unsur hukum di dalam nota tersebut. Nota itu digunakan untuk menggugah hati hakim agar mendapat keringanan. Namun, Jamin yakin pendirian hakim tidak akan mudah goyah. Hakim hanya akan mempertimbangkan nota pembelaan yang dibacakan oleh pengacara terdakwa. 

"Pembelaan pribadi hanya digunakan untuk menggugah hakim," jelas Jamin Ginting.
 

Pakar Nilai Putri Menangis di Persidangan untuk Cari Simpati Hakim

Pakar Nilai Putri Menangis di Persidangan untuk Cari Simpati Hakim

Breaking News • 2 days ago Brigadir J

Putri Candrawathi konsisten menangis di persidangan saat ceritakan pelecehan yang dialaminya di Magelang. Tangisan itu dinilai pakar hukum sebagai ajang mencari simpati hakim agar mendapat keringanan.

"Saya mengamati, Putri ini mencari simpati hakim," ujar Pakar Hukum Pidana, Jamin Ginting, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu (25/1/2023).

Jamin Menyebut, putri melakukan playing victim lantaran bersikukuh menganggap dirinya sebagai korban pelecehan yang dilakukan Brigadir J. Meskipun sudah dikuatkan dengan hasil psikologi dan ahli pidana, Jamin menegaskan hal itu tidak relevan dengan fakta.

"Ahli pidana bukan orang yang menjelaskan pelecehan," tegas Jamin Ginting.

Satu-satunya cara yang bisa ditempuh untuk membuktikan pelecehan itu, hanya dengan visum. Jamin harap, hakim bisa fokus kepada Pasal yang sudah terbukti, serta bisa menyimpulkan apakah ada pelecehan di antara keduanya.  

Ayah Brigadir J: Tangisan Putri 'Air Mata Buaya'

Ayah Brigadir J: Tangisan Putri 'Air Mata Buaya'

Breaking News • 2 days ago Brigadir J

Samuel Hutabarat, ayah Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J tegaskan tidak akan berempati meskipun Putri Candrawathi menangis di persidangan. Samuel menyebut tangisan itu hanya senjata untuk mendapat keringanan hukuman.

"Itu air mata buaya, begitu cara dia untuk menarik empati hakim," ucap Samuel Hutabarat, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu (25/1/2023).

Dalam sidang pledoi, Putri memohon keringanan hukuman sambil menangis. Dia menyebut memiliki anak yang masih perlu sosok ibu. Namun, Samuel justru menilai itu sebuah kemunafikan dan tidak sejalan dengan fakta yang ada.

Samuel tetap berharap, hakim tidak terkecoh dengan "air mata buaya" yang ditampilkan Putri dipersidangan. Diharapkan hakim juga dapat memvonis terdakwa dengan adil.

Ayah Brigadir J: Saya Tantang Putri Visum Jika Benar Dilecehkan

Ayah Brigadir J: Saya Tantang Putri Visum Jika Benar Dilecehkan

Breaking News • 2 days ago Brigadir J

Putri Candrawathi bersikukuh di pesidangan, dirinya dilecehkan oleh (alm) Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mendengar hal itu, Samuel Hutabarat selaku ayah Brigadir J geram dan tantang Putri untuk visum.

"Saya tantang Putri buat visum, jika benar anak saya memperkosa dia (Putri Candrawathi)," tegas Samuel Hutabarat, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu (25/1/2023).

Putri dinilai hanya mengandalkan dirinya sebagai perempuan untuk meminta keringanan hukuman. Samuel sebut nota yang dibacakan justru penuh dengan kemunafikan.

"Pembelaan itu berisi kemunafikan dirinya sendiri," tegas Samuel Hutabarat.

Selama bersidang, Putri bersikukuh dirinya tidak mengetahui penembakan yang di alami Brigadir J. Namun Samuel berpendapat, semua perkataannya di ruang sidang, berbanding lurus dengan fakta yang terjadi. Samuel menyebut, justru putri menjadi faktor utama terbunuhnya Brigadir J dengan membuat skenario pelecehan. 

Jaksa Menuduhnya Berbaju Seksi, Putri Candrawathi: Saya Pakai Piyama

Jaksa Menuduhnya Berbaju Seksi, Putri Candrawathi: Saya Pakai Piyama

Breaking News • 2 days ago brigadir j

Putri Candrawathi mengakui dirinya berganti pakaian setibanya di Jakarta dari Magelang. Tapi sama sekali bukan pakaian yang seksi untuk memancing Brigadir J mendatanginya sebagaimana jaksa tuduhkan.

"Saya mengenakan piyama model kemeja dan celana pendek yang masih sopan. Bukan pakaian seksi seperti jaksa sebut dalam tuntutannya," tegas Putri Candrawathi.

Bantahan tersebut bagian pleidoi yang dibacakannya langsung dalam sidang di PN Jaksel, Rabu (25/1/2023). Pleidoi yang sempat dibacakannya sendiri, dilanjutkan oleh tim kuasa hukum. 

Putri Candrawathi juga kembali menyatakan bahwa dirinya merupakan korban kekerasan seksual dan pengancaman yang dilakukan oleh (alm) Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Meski sangat malu dan ketakutan, istri Irjen Ferdy Sambo ini menegaskan tidak terbersit niatan untuk membunuh Brigadir J. 

Sebagai terdakwa perkara pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi dituntut pidana penjara selama delapan tahun. Menurut jaksa, peran Putri Candrawathi dalam pembunuhan berencana adalah sengaja berganti pakaian seksi sebagaimana skenario yang disusun oleh Ferdy Sambo.

 

Ibunda Brigadir J: Putri Candrawathi Perempuan yang Sadis

Ibunda Brigadir J: Putri Candrawathi Perempuan yang Sadis

Breaking News • 2 days ago brigadir j

Pihak keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ingin Putri Candrawathi dihukum maksimal sesuai pasal yang didakwakan, yakni 340 KUHP. Rosti Simanjuntak menyebut, Putri tidak memiliki hati nurani.

"Putri adalah perempuan yang kejam, sadis dan biadab," ucap Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak dengan nada tinggi, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu (25/1/2023).

Putri Candrawathi disebut telah memfitnah dengan membuat skenario pelecehan antarkeduanya, hingga akhirnya Brigadir J tewas ditangan Ferdy Sambo. Fitnahan itu diperkuat dengan Putri tidak bisa menunjukkan bukti pelecehan di persidangan. 

"Kalau Putri benar dilecehkan, harusnya menunjukkan bukti, bukan tangisan," lanjut Rosti.

Diketahui, Putri sering kali menangis di persidangan ketika menjelaskan pelecehan yang dialami olehnya. Namun, Rosti menilai tangisan itu hanya dijadikan sebagai perisai agar lolos dari jerat hukum. 

Menurut Rosti, Putri telah terbukti ikut merencakan pembunuhan terhadap anaknya, Brigadir J. Tuduhan itu dikuatkan dengan Putri Candrawathi ikut berdiskusi tentang pemusnahan CCTV dirumah dinas Ferdy Sambo. Oleh karena itu, sang ibunda berharap Hakim dapat memberikan hukuman maksimal kepada Putri Candrawathi. 

Ferdy Sambo Beri Judul Nota Keberatannya ‘Pembelaan yang Sia-sia’

Ferdy Sambo Beri Judul Nota Keberatannya ‘Pembelaan yang Sia-sia’

Metro Xinwen • 2 days ago brigadir j

Ferdy Sambo Jalani sidang pledoi dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Selasa (24/1/2023). Ferdy Sambo mengaku pembelaan itu ingin diberi judul “Pembelaan yang Sia-sia”.
 
Menurut Sambo, ia dan keluarganya banyak menerima hinaan, caci maki dan olok-olok, serta dihakimi banyak pihak sebelum vonis dijatuhkan. Pasalnya, Ia telah dituduh secara sadis oleh media dan masyarakat, hingga membuat dirinya frustasi dan putus asa. Sambo mengaku belum pernah menyaksikan tekanan yang begitu besar selama 28 tahun bekerja sebagai penegak hukum.
 
Sebelumnya, JPU menuntut Sambo dengan hukuman seumur hidup penjara, karena menghilangkan nyawa manusia dan sempat tidak mengakui perbuatannya. 

Putri Candrawathi & Richard Eliezer Bacakan Pledoi Hari Ini

Putri Candrawathi & Richard Eliezer Bacakan Pledoi Hari Ini

Metro Xinwen • 3 days ago brigadir j

Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat telah menjalani berbagai agenda sidang hingga tahap pembelaan atau pledoi. Putri Candrawathi dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E akan mengajukan pembelaan di PN Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Jaksa menuntut Putri delapan tahun penjara dalam kasus pembunuhan tersebut. Sedangkan Richard Eliezer, dituntut 12 tahun penjara. 

LPSK menyayangkan tuntutan 12 tahun yang diberikan Jaksa kepada Richard Eliezer. Jaksa dinilai mengesampingkan justice collaborator yang membantu mengungkap fakta di persidangan.

Sebelumnya, Ferdy Sambo, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf telah menjalani sidang pledoi kemarin, Senin (24/1/2023). Seluruh terdakwa dinilai penuhi untuk dakwaan Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sidang Tuntutan Kasus Obstruction of Justice untuk Terdakwa Irfan Widyanto Ditunda

Sidang Tuntutan Kasus Obstruction of Justice untuk Terdakwa Irfan Widyanto Ditunda

Breaking News • 3 days ago brigadir j

Sidang tuntutan kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Irfan Widyanto. Jaksa menyatakan berkas tuntutan belum siap. Ketua Majelis Hakim Afrizal Hadi memutuskan pembacaan tuntutan dilaksanakan pada Jumat, 27 Januari 2023.

"Persidangan belum dapat dilanjutkan, dan ditunda untuk agenda tuntutan jaksa pada, Jumat (27/1/2023). Saudara tetap ditahan, sidang ditunda," ujar Hakim Ketua Afrizah Hadi di PN Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

Sementara itu, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Ragahdo Yosodiningrat mengatakan pihaknya tidak mengetahui alasan penundaan sidang kliennya. Ia menambahkan pihaknya sudah siap untuk mendengarkan tuntutan dari jaksa. Bahkan, sudah menyiapkan dan menyusun pledoi.

Sebelumnya, Irfan Widyanto didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama dengan Hendra Kurniawan Agus Nurpatria Adi Purnama , Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto serta Ferdy Sambo.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Ibunda Brigadir J Anggap Pleidoi Kuat Ma'ruf Janggal

Ibunda Brigadir J Anggap Pleidoi Kuat Ma'ruf Janggal

Breaking News • 3 days ago brigadir j

Ibunda Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Rosti Simanjuntak mengatakan heran dan menganggap janggal jika terdakwa Kuat Ma'ruf tidak tahu tentang rencana pembunuhan Brigadir J. Apalagi Kuat beralibi mempunyai hubungan baik terhadap Brigadir J.

Menurutnya, jika Kuat Ma'ruf merasa sudah dibantu oleh Brigadir J setidaknya Kuat mempunyai hati nurani untuk membantu Brigadir J yang terancam nyawanya.

"Jadi di sana Kuat Ma'ruf membuat pembelaan kepada dirinya dan membuat pembohongan bahwa dia tidak ikut serta. Jelas-jelas Kuat Ma'ruf ikut di dalam mempersiapkan bahkan mengejar almarhum Yosua membawa pisau dan menyuruh Putri sebagai atasannya untuk memberikan laporan kepada Ferdy Sambo agar jangan ada duri dalam rumah tangga," kata Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Rosti berharap agar kuat Ma'ruf dihukum setimpal atas perbuatannya karena mengetahui skenario terhadap pembunuhan Brigadir J.

Agenda Sidang Pekan Ini: Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir J Bacakan Nota Pembelaan

Agenda Sidang Pekan Ini: Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir J Bacakan Nota Pembelaan

Selamat Pagi Indonesia • 4 days ago brigadir j

Sidang pledoi kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J digelar untuk seluruh terdakwa, pekan ini. Setelah dituntut jaksa pekan lalu, kini giliran para terdakwa akan menyampaikan nota pembelaan atau pledoi di persidangan. 

Ferdy Sambo, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf akan lebih dahulu ajukan banding di depan Hakim, Selasa (24/1/2023). Tiga terdakwa itu akan menjalani sidang di ruang utama PN Jakarta Selatan, Ferdy Sambo mendapat giliran pertama.

Sementara itu, Putri Candrawathi dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Brigadir E akan menjalani sidang dengan agenda yang sama, esok hari. Keduanya akan ajukan banding setelah dirinya mendapat tuntutan dari jaksa.

Dalam persidangan sebelumnya, Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup, Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara. Sementara tiga terdakwa lainnya yakni Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Maruf masing-masing 8 tahun penjara.

Richard Eliezer Dituntut 12 Tahun, Pakar Hukum: Jaksa Kurang Memperhatikan Peran Relasi Kuasa

Richard Eliezer Dituntut 12 Tahun, Pakar Hukum: Jaksa Kurang Memperhatikan Peran Relasi Kuasa

Newsline • 4 days ago brigadir j

Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pakar hukum pidana menilai, Jaksa mengesampingkan adanya relasi kuasa antara Perwira dan Tamtama.

"Jaksa nampaknya kurang memperhatikan peran relasi kuasa yang dialami Richard Eliezer," ujar Pakar Hukum Pidana, Jamin Ginting, dalam program Newsline Metro TV, Senin (23/1/2023).

Tuntutan 12 tahun penjara harus diterima Richard Eliezer di persidangan pekan lalu. Yang memberatkan ialah, dirinya sebagai eksekutor penembakan Brigadir J. Namun, Richard Eliezer mengaku, saat itu dirinya tidak memiliki pilihan lain saat diperintahkan Ferdy Sambo untuk menembak. Richard Eliezer tidak berani menolak perintah tersebut sebagai bentuk kedisiplinan dirinya terhadap institusi Polri soal perintah jabatan. 

Jamin Ginting juga menilai, tuntutan 12 tahun penjara dirasa tidak adil untuk seorang justice collaborator. Peran Richard Eliezer cukup besar dalam mengungkap fakta dipersidangan. Oleh karena itu, Hakim harus berpegang teguh kepada keadilan.

"Apakah Hakim masih melihat keadilan di masyarakat? jika tidak, maka vonisnya akan sama dengan Jaksa," ucapnya.

Pakar Hukum: Ferdy Sambo akan Ajukan Banding Membawa 'Label' Polisi Bintang 2

Pakar Hukum: Ferdy Sambo akan Ajukan Banding Membawa 'Label' Polisi Bintang 2

Newsline • 4 days ago brigadir j

Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Jamin Ginting selalu pakar pidana memprediksi, pihak eks Kadiv Propam itu akan mengajukan banding dengan membawa institusi Polri.

"Pengacaranya akan mendalilkan agar Hakim mempertimbangkan hukuman dengan latar belakang jasa Ferdy Sambo sebagai polisi bintang dua," ujar Pakar Hukum Pidana, Jamin Ginting, dalam program Newsline Metro TV, Senin (23/1/2023).

Pengacara Ferdy Sambo akan membeberkan kontribusi kliennya dalam kasus penyidikan kasus-kasus besar yang terjadi di Tanah Air. Pengacara akan mengharapkan imbalan dari perjuangan Ferdy Sambo terjadinya kasus ini.

Selain tuntutan Ferdy Sambo, Jamin juga menyebut hukuman yang diberikan kepara Richard Eliezer dinilai tidak adil untuk seorang justice collaborator. Pasalnya, Richard Eliezer justru mendapat tuntutan 12 tahun penjara. Tuntutan tersebut jauh lebih berat dibandingkan Putri Candrawathi yang terbukti ikut menyusun skenario. 

Pakar Hukum: Kalau Hakimnya Saya, Sambo Pasti di Hukum Mati

Pakar Hukum: Kalau Hakimnya Saya, Sambo Pasti di Hukum Mati

Selamat Pagi Indonesia • 4 days ago brigadir j

Tuntutan Ferdy Sambo dinilai belum sebanding dengan perbuataanya yang menyebabkan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J meninggal dunia. Pakar hukum pidana mengatakan eks Kadiv Propan itu lebih pantas dijatuhi hukuman mati.

"Kalau saya hakimnya, saya kasih (hukuman) mati," tegas Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin (23/1/2023).

Asep menyebut, tuntutan Jaksa untuk lima terdakwa dinilai ngawur dan tidak masuk akal. Jaksa berhak memberikan tuntutan apapun kepada terdakwa. Namun, Hakim yang akan menjatuhkan vonis untuk seluruh terdakwa itu.

"Saya mohon, Hakim memiliki jiwa keadilan untuk seluruh terdakwa," ucap Asep.

Hakim berhak menjatuhi terdakwa dengan hukuman yang lebih berat dari tuntutan Jaksa berdasarkan Pasal yang digunakan, yakni 340 KUHP. Hakim dinilai harus mempertimbangkan vonis dengan sungguh-sungguh untuk memberikan keadilan untuk seluruh terdakwa.

Pakar Hukum: Perbuatan Sambo Sangat Biadab Pantasnya Dihukum Mati

Pakar Hukum: Perbuatan Sambo Sangat Biadab Pantasnya Dihukum Mati

Selamat Pagi Indonesia • 4 days ago brigadir j

Tuntutan Jaksa untuk lima terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, masih menuai kontroversi di masyarakat. Pakar hukum pidana menyebut, tuntutan yang diberikan jaksa belum sebanding dengan perbuatan biadab Ferdy Sambo.

"Perbuatan Sambo sangat biadab, menyebabkan orang meninggal, hingga orang lain terpaksa kehilangan jabatan karena ulahnya," ujar Pakar Hukum Pidana, Asep Iwan Iriawan, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin (23/1/2023).

Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dalam kasus ini sudah terbukti di persidangan. Ada rencana yang disusun oleh Ferdy Sambo untuk menghilangkan nyawa seseorang. Sehingga, sudah sepantasnya eks Kadiv Propam itu dituntut hukuman mati.

"Pasalnya terbukti, kenapa tidak dituntut sekalian (hukuman mati)," lanjut Asep.

Selain Ferdy Sambo, tuntutan yang diberikan kepada Richard Eliezer juga dinilai tidak adil. Sebagai justice collaborator justru mendapat tuntutan 12 tahun penjara.

Namun, Asep menegaskan persidangan ini belum selesai. Masih ada beberapa tahap yang yang harus diselesaikan hingga akhirnya hakim menjatuhkan vonis kepada seluruh terdakwa.

Febri: Tidak Ada Bukti Keterlibatan Putri Candrawathi di Pembunuhan Brigadir J

Febri: Tidak Ada Bukti Keterlibatan Putri Candrawathi di Pembunuhan Brigadir J

Kontroversi • 5 days ago brigadir j

Putri Candrawathi (PC) dituntut 8 tahun penjara atas perkara pembunuhan Brigadir J. Pengacara PC, Febri Diansyah menyebut bahwa tidak adanya keterlibatan PC dalam pembunuhan Brigadir J, sesuai dengan fakta persidangan.

"Apakah ada bukti yang menjelaskan situasi di atas? tidak ada, apakah ada bukti di atas bertemu Ferdy Sambo? tidak ada, apakah ada bukti di atas bertemu Richard Eliezer? Tidak ada, karena Richard pada saat itu berbeda naiknya," kata Febri Diansyah.

Sebelumnya, jaksa telah membacakan tuntutan kepada seluruh terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J. Tuntutan kepada Ferdy Sambo seumur hidup, Richard Eliezer 12 tahun, dan masing-masing Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf kurangan 8 tahun penjara.

Para terdakwa dijerat Pasal 340 KUHP jp Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Menanti Keadilan Usai Sidang Tuntutan Sambo Cs

Menanti Keadilan Usai Sidang Tuntutan Sambo Cs

Metro Siang • 5 days ago brigadir J

Richard Eliezer Pudihang Lumio dituntut 12 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pihak Keluarga sangat menyesalkan tuntutan jaksa yang dinilai mencederai rasa keadilan.

"Kami kecewa, tetapi apa yang bisa kami lakukan," ujar Paman Richard Eliezer, Erasmus Pudihang.

Pihak keluarga Richard Eliezer masih mengharapkan "hadiah" untuk seorang justice collaborator. Eramus menilai Richard Eliezer sudah maksimal membuka fakta-fakta di persidangan.

Di sisi lain, pihak keluarga dari Brigadir J pun turut meluapkan kekecewaannya terhadap tuntutan jaksa. Ibunda Brigadir J menilai tuntutan tersebut tidak sebanding dengan apa yang dialami oleh anaknya. 

Kini, baik keluarga Richard Eliezer maupun Brigadir J hanya berharap keadilan bisa dibuktikan di persidangan. Keadilan Hakim akan diuji di sidang vonis terdakwa.

Menanti Vonis Wakil Tuhan (4)

Menanti Vonis Wakil Tuhan (4)

Kontroversi • 8 days ago Brigadir J

Jaksa telah rampung membacakan tuntutan kepada seluruh terdakwa kasus BrigadirJ. Tuntutan pada Ferdy Sambo seumur hidup, Richard Eliezer 12 tahun, dan masing-masing Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf kurungan 8 tahun penjara.

Apakah tuntutan jaksa sudah memenuhi rasa keadilan? Apa keputusan akhir yang akan diambil hakim?

Menanti Vonis Wakil Tuhan (3)

Menanti Vonis Wakil Tuhan (3)

Kontroversi • 8 days ago Brigadir J

Jaksa telah rampung membacakan tuntutan kepada seluruh terdakwa kasus BrigadirJ. Tuntutan pada Ferdy Sambo seumur hidup, Richard Eliezer 12 tahun, dan masing-masing Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf kurungan 8 tahun penjara.

Apakah tuntutan jaksa sudah memenuhi rasa keadilan? Apa keputusan akhir yang akan diambil hakim?

Menanti Vonis Wakil Tuhan (2)

Menanti Vonis Wakil Tuhan (2)

Kontroversi • 8 days ago Brigadir J

Jaksa telah rampung membacakan tuntutan kepada seluruh terdakwa kasus BrigadirJ. Tuntutan pada Ferdy Sambo seumur hidup, Richard Eliezer 12 tahun, dan masing-masing Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf kurungan 8 tahun penjara.

Apakah tuntutan jaksa sudah memenuhi rasa keadilan? Apa keputusan akhir yang akan diambil hakim?

Menanti Vonis Wakil Tuhan (1)

Menanti Vonis Wakil Tuhan (1)

Kontroversi • 8 days ago Brigadir J

Jaksa telah rampung membacakan tuntutan kepada seluruh terdakwa kasus Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Tuntutan pada Ferdy Sambo seumur hidup, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E 12 tahun, dan masing-masing Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf kurungan 8 tahun penjara.

Apakah tuntutan jaksa sudah memenuhi rasa keadilan? Apa keputusan akhir yang akan diambil hakim?

Psikolog Ungkap Karakter Eliezer yang Membuatnya Tersangkut Kasus Brigadir J

Psikolog Ungkap Karakter Eliezer yang Membuatnya Tersangkut Kasus Brigadir J

Primetime News • 8 days ago Brigadir J

Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E diberatkan lantaran dirinya menjadi eksekutor dalam pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Hal tersebut yang memutuskan jaksa menunutut 12 tahun penjara. Psikolog Klinis, Liza Marielly Djaprie menilai saat menembak, Eliezer kehilangan kehendak bebas.

"Karena tekanan yang menjadikan Eliezer tidak bisa menolak perintah (menembak) itu," ujar Pakar Psikologi Klinis, Liza Marielly Djaprie dalam program Primetime News, Kamis (19/1/2023).

Terdapat perang batin yang cukup panjang saat Eliezer diharuskan untuk menjadi eksekutor penembakan Brigadir J. Akibat perang batin itu, Richard Eliezer memutuskan untuk teguh menjadi justice collaborator.

"Kalau tidak ada perang batin, tidak akan menjadi justice collaborator," lanjutnya. 

Meskipun keterangannya tidak didukung oleh terdakwa lain, Richard Eliezer tetap berpegang teguh untuk membongkar skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo. Banyak faktor yang mendorong Richard Eliezer untuk terus berbicara jujur termasuk orang tua, walaupun akhirnya harus dituntut 12 tahun penjara.

Pakar Nilai Eliezer Tidak Bisa Dipidana Karena Hanya Jalankan Perintah Sambo

Pakar Nilai Eliezer Tidak Bisa Dipidana Karena Hanya Jalankan Perintah Sambo

Primetime News • 8 days ago Brigadir J

Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.Pakar Hukum Pidana, Albert Aries menilai, tuntutan tersebuy dinilai berat untuk seorang justice collaborator.

"Orang yang disuruh melakukan, hanya alat. Tidak dapat dipidana," ujar Albert Aries, dalam wawancara daring di program Primetime News Metro TV, Kamis (19/1/2023).

Pernyataan Albert diperkuat dengan adanya pasal 51 ayat 1 KUHP, yang berisi "barang siapa yang menjalankan perintah jabatan yang diberikan penguasa yang berwenang, tidak dipidana".

Pekan depan, pihak Eliezer akan mengajukan pledoi terhadap tuntutan tersebut. Hakim akan menjadi orang terakhir yang akan memutuskan tuntutan yang tepat untuk Richard Eliezer. Hakim diharapkan dapat objektif memberi tuntutan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. 

"Hakim harus melihat surat dakwaan dan fakta, bukan terikat dengan surat tuntutan Jaksa," tegas Albert Aries. 

Eliezer Dituntut 12 Tahun Penjara Karena Jadi Eksekutor Pembunuhan Briadir J

Eliezer Dituntut 12 Tahun Penjara Karena Jadi Eksekutor Pembunuhan Briadir J

Primetime News • 8 days ago Brigadir J

Menuruti perintah Ferdy Sambo menembak Brigadir J jadi pertimbangan jaksa  menuntut Eliezer 12 tahun penjara. Sementara Putri Chandrawathi, yang diduga bersama-sama Ferdy Sambo menjadi perencana penembakan, hanya dituntut delapan tahun penjara.

Putusan jaksa ini, menjadi momen berat bagi Eliezer dan kuasa hukumnya. Hal ini karena, sejak awal persidangan hingga pembacaan tuntutan, Eliezer telah membuka fakta-fakta peran Sambo dan Putri dalam penembakan Brigadir J.

Penasehat Hukum Eliezer mengaku keberatan atas tuntutan yang diterima kliennya. Namun, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana mengatakan jaksa harus mengungkap fakta sebenarnya, di mana fakta tersbut adalah Eliezer telah menembak Brigadir J.

Putri Chandrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf, meski disebut terbukti melakukan pembunuhan berencana seperti tertutang dalam pasal 340, ketiganya hanya dituntut delapan tahun penjara. Hanya Ferdy Sambo yang dituntut seumur hidup, itupun karena melanggar dua perbuatan pidana, yakni pembunuhan berencana dan secara tidak sah diduga merusak CCTV di Duren Tiga.

Rencana Ferdy Sambo Cs Patahkan Keterangan Richard Eliezer Membuahkan Hasil

Rencana Ferdy Sambo Cs Patahkan Keterangan Richard Eliezer Membuahkan Hasil

Primetime News • 8 days ago Brigadir J

Rencana Ferdy Sambo dan terdakwa lainnya yang selalu mematahkan keterangan Richard Eliezer, membuahkan hasil. Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Seluruh terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, ingin membuat keterangan Richard Elezer berdiri sendiri. Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal, serta Ferdy sambo kompak mengatakan tidak ada yang menembak Brigadir J selain Richard Eliezer.

Perlahan tapi pasti, seluruh terdakwa mematahkan pernyataan Richard Eliezer di muka persidangan. Pernyataan selutuh terdakwa pun membuat Richard Eliezer menggelengkan kepala.

Saat Hakim menggali soal skenario penembakan, terdakwa kerap menjawab dengan 'tidak tahu'. Hal tersebut sempat membuat hakim geram.

Selain terdakwa, sejumlah saksi juga menyatakan tidak melihat penembakan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo kepada Brigadir J. Richard Eliezer yang mendengar pernyataan tersebut, lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepala.

Kini, resiko untuk membongkar skenario pembunuhan berencana harus dibayar mahal dengan hukuman 12 tahun penjara. Hakim akan menjadi orang terakhir yang menentukan hukuman Richard Eliezer, dikurangi atau justru ditambah.

Tuntutan 12 Tahun Terhadap Eliezer Jadi Sorotan Publik, Jampidum: Sudah Tepat

Tuntutan 12 Tahun Terhadap Eliezer Jadi Sorotan Publik, Jampidum: Sudah Tepat

Metro Hari Ini • 8 days ago Brigadir J

Kejaksaan Agung, menepis tuduhan bahwa tuntutan 12 tahun penjara terhadap terdakwa Richard Eliezer dianggap melukai keadilan.

Menurut Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana, Richard Eliezer bisa saja dihukum maksimal, layaknya Ferdy Sambo yakni seumur hidup. Namun, karena Eliezer telah menggunakan keberaniannya untuk membongkar kasus pembunuhan Brigadir J, jaksa menuntut hukuman 12 tahun penjara.

Dalam tuntutan yang disampaikan jaksa, Rabu (18/1/2023), salah satu hal yang memberatkan Eliezer adalah ia merupakan eksekutor yang menyebabkan hilangnya nyawa Brigadir J. Akibat perbuatan Eliezer itu, timbul duka yang mendalam bagi keluarga dan kegaduhan di masyarakat.

Meski tuntutan hukum yang mereka putuskan untuk Eliezer, memantik keriuhan di muka publik. Namun, Jaksa akan tetap pada keyakinannya. 

Besok, Hendra Kurniawan & Agus Nurpatria Hadirkan 3 Saksi Meringankan

Besok, Hendra Kurniawan & Agus Nurpatria Hadirkan 3 Saksi Meringankan

Metro Hari Ini • 8 days ago brigadir J

Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria akan menjalani sidang lanjutan obstruction of justice, Jumat (20/1/2023). Keduanya akan menghadirkan tiga saksi ahli meringankan di PN Jakarta Selatan.

Sebanyak tiga saksi ahli yang akan dihadirkan, yakni Ahli Hukum Tata Negara (HTN), Ahli Psikologi, dan Ahli ITE. Sidang keduanya akan dilaksanakan secara bersamaan di ruang sidang utama PN Jakarta Selatan.

 Sebelumnya, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria juga telah menjalani sidang lanjutan obstruction of justice di PN Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2023). Empat orang saksi dihadirkan untuk meringankan terdakwa.

Diketahui, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan empat terdakwa lainnya didakwa lantaran menghalani penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir J. Seluruhnya didakwa menghilangkan atau merusak remakan CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo.

Ahli Pidana: Tuntutan 8 Tahun Penjara Putri Candrawathi Terlalu Ringan

Ahli Pidana: Tuntutan 8 Tahun Penjara Putri Candrawathi Terlalu Ringan

Metro Hari Ini • 8 days ago Brigadir J

Pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho menilai, tuntutan delapan tahun penjara untuk Putri Candrawathi ini sangat ringan, karena perannya yang vital dalam kasus tersebut. Bahkan, Putri dinilai sebagai penyebab adanya kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, jaksa meyakini, Putri Candrawathi bersama-sama dengan Ferdy Sambo dan terdakwa lainnya, telah melakukan pembunuhan berencana.

Meski demikian, jaksa hanya menuntut Putri Candrawathi dengan hukuman delapan tahun penjara, atas perannya dalam kasus dugaan pembunuhan berencana tersebut.

Jampidum: Jaksa yang Tuntut Sambo Cs Tidak 'Masuk Angin'!

Jampidum: Jaksa yang Tuntut Sambo Cs Tidak 'Masuk Angin'!

Metro Hari Ini • 8 days ago brigadir J

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum), Fadil Zumhana nampak kesal dengan kritik 'masuk angin' terhadap tuntutan terdakwa Pembunuhan Brigadir J. Masyarakat diminta untuk menghormati tuntutan yang telah dibacakan Jaksa di persidangan.

"Tidak ada istilah masuk angin, kami kerja dengan keterbukaan" ujar Fadil dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2023).

Fadil menyebut, Kejagung memiliki kewenangan yang penuh untuk menentukan tuntutan dengan parameter yang jelas. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak banyak membuat opini yang dapat mengganggu Jaksa dan Hakim. 

Menurutnya, tuntutan yang diberikan kepada seluruh terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J sudah tepat. Tuntutan tersebut dibuat berdasarkan Undang-Undang yang berlaku.