NEWSTICKER

Kasus 46 Calhaj Furoda Dideportasi, Biro Travel Tak Terdaftar di Kemenag

4 July 2022 17:06

Biro perjalanan yang memberangkatkan 46 calon haji dengan fasilitas non-kuota atau undangan dengan visa Malaysia dan Singapura, diduga ilegal sebab tidak terdaftar di Kementerian Agama RI. Akibat ketidaksesuaian visa haji yang dimilikinya, 46 calhaj yang sempat mendarat di Jeddah tersebut dideportasi oleh otoritas imigrasi Saudi.

Kantor biro perjalanan tersebut diketahui berada di sebuah hotel di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Meski tidak terdaftar resmi di Kemenag RI, namun pengelola biro perjalanan ini membuka layanan haji furoda atau haji mujalamah dengan tarif yang mencapai Rp300-an juta/calon haji yang kedatangannya di Jeddah bersamaan dengan penutupan masuknya jemaah haji. 

Haji furoda adalah fasilitas melaksanakan ibadah haji dengan visa haji yang diperoleh melalui undangan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. Peserta haji furoda ini di luar kuota visa haji reguler yang sudah ditetapkan oleh Kemenag RI sehingga disebut haji non kuota.

Meski pemberangkatannya tidak diatur pemerintah, secara hukum, status haji mujamalah atau haji furoda adalah resmi. Pemerintah RI mengakui legalitas haji furoda dalam UU 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh. Maka setiap biro travel yang dapat memberangkatnnya jemaah calon haji furoda wajib sudah izin dan terdaftar di Kemenag RI.