NEWSTICKER

Karena Ini Sebaiknya Bayi Tidak Diajak Bermotor dalam Waktu Lama

10 August 2022 16:33

Kabar meninggalnya seorang bayi setelah bermotor dengan orang tuanya dari Surabaya ke Tegal, sedang  viral di media sosial. Walau belum dapat dipastikan penyebab kematian adalah bermotor selama 12 jam, namun pada dasarnya bayi dan balita sebaiknya tidak diajak bermotor dalam waktu lama. 

"Bayi dan balita belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang bagus sehingga rentan sakit akibat terpaan angin, paparan panas matahari dan polusi udara," wanti dokter spesialis anak, dr. Lucy Amelia

Aktifitas fisik yang terbatas selama dalam perjalanan bermotor, juga membuat bayi dan balita tidak nyaman dalam perjalanan. Manuver pengemudi dalam mengantisipasi kondisi jalan dan lalu lintas juga terbatas karena harus mempertimbangkan bayi dan balita yang dibawanya.

Tetapi yang tidak kalah penting adalah risiko kecelakaan lalu lintas yang dapat terjadi dan sangat fatal akibatnya bagi si bayi dan balita. Yaitu;
1. Belum ada helm bermotor khusus bayi dan balita. Akibatnya bayi dan balita yang diajak bermotor tidak mengenakan helm yang memperbesar risiko cedera parah bila terjadi musibah.
2. Leher dan kepala rentan cedera karena posisi dalam boncengan atau gendongan yang tidak stabil. 
3. Anak terpapar polusi udara dari knalpot, debu, sinar matahari, angin, bahkan terkena suhu yang terlalu ekstrem untuk ditoleransi daya tahan tubuhnya. 
4. Banyak orang tua yang menutup wajah anak dan bayinya dengan kain ketika bermotor dengan alasan melindunginya dari debu. Namun kain pelindung tersebut bisa menyumbat perfasan anak.
5. Tersumbatnya saluran pernafasan juga rentan terjadi akibat posisi anak terlalu ketat dengan orang tua. 
6. Demi mengejar waktu tempuh, pengendara sering memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi dan dalam waktu lama. Padahal perlu istirahat setiap 1-2 jam agar anak dapat melepas penat. 
7. Dapat merusak sistem pendengaran anak dan bayi terancam rusak akibat suara bising lalu lintas dalam waktu lama.