Pilgub Jabar 2018

Pencabutan Dukungan dari Deddy Mizwar-Syaikhu Dianggap tak Sah

Roni Kurniawan    •    Rabu, 13 Sep 2017 11:41 WIB
pilkada 2018
Pencabutan Dukungan dari Deddy Mizwar-Syaikhu Dianggap tak Sah
Calon Wagub Jabar Ahmad Syaikhu yang merupakan Wali Kota Bekasi sekaligus Ketua Umum DPW PKS Jabar, Ant- Fahrul jayadiputra

Metrotvnews.com, Bandung: Ahmad Syaikhu mengaku sudah mengetahui soal DPD Partai Gerindra yang mengubah haluan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Syaikhu menganggap keputusan itu belum sah karena tak ada pernyataan langsung dari Ketua Umum Partai Gerindra Prbaowo Subianto.

Beberapa waktu lalu, Gerindra dan PKS sepakat menyandingkan Deddy Mizwar (Demiz) dengan Syaikhu sebagai Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jabar. Demiz kini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar. Sedangkan Syaikhu, merupakan kader PKS, yang menjabat sebagai Wali Kota Bekasi.

Lalu, Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi mengatakan sulit merealisasikan dukungan untuk pasangan Demiz-Syaikhu. Gerindra pun menjajal koalisi dengan partai lain untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018.

Baca: Gerindra Batalkan Dukungan untuk Demiz-Syaikhu di Pilkada Jabar

Menurut Syaikhu, keputusan DPD Gerindra itu tidak berasal dari Prabowo. Justru, ujar Syaikhu, sikap tersebut muncul dari pernyataan Mulyadi di pemberitaan.

"Saya enggak tahu pernyataan itu resmi atau enggak saya baru dengar juga dari media. Kalau resmi kan nanti ada surat," kata Syaikhu melalui sambungan telepon kepada Metrotvnews.com, Rabu 13 September 2017.

Dukungan untuk Demiz-Syaikhu, ujarnya, merupakan kesepakatan antara Prabowo dengan PKS. Hingga berita ini dimuat, Syaikhu mengaku belum mendapat pernyataan resmi dari Prabowo mengenai pencabutan dukungan. 

Baca: Gerindra Belum Memutuskan Dukungan pada Pilkada Jabar

"Makanya kami serahkan kepada DPP. Kami berpegang teguh pada keputusan yang diambil oleh DPP. Jadi mungkin saya kira itu dinamika informasi," lanjut Syaikhu.

Lihat video:
 


(RRN)