Badan Geologi: Bogor Masuk Zona Merah Rawan Longsor

Roni Kurniawan    •    Selasa, 06 Feb 2018 16:28 WIB
banjirlongsor
Badan Geologi: Bogor Masuk Zona Merah Rawan Longsor
Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar saat konferensi persi di Audotorium PVMBG, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 6 Febaruari 2018.

Bandung: Badan Geologi telah menganalisis peta kerawanan gerakan tanah atau longsor di Jawa Barat. Bogor menjadi salah satu daerah yang masuk ke dalam kategori rawan longsor terutama pada musim penghujan.

Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar telah menyebarluaskan titik rawan pergerakan tanah yang terbagi dalam tiga zona, yakni hijau, kuning, dan merah. Badan Geologi memprediksi pergerakan tanah di Bogor masih akan terus terjadi hingga satu bulan ke depan.

"Kemarin yang terjadi di Puncak tepat berada di peta kawasan rawan bencana," kata Rudy di Audotorium PVMBG, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 6 Febaruari 2018.

Baca: Korban Tewas Longsor Cijeruk Tiga Orang
 
Rudy mengatakan daerah rawan longsor berada di wilayah lereng yang cukup terjal. Selain itu, lanjut Rudy, setiap tanah memiliki karakteristik yang berbeda dalam tingkat pergerakan.

"Batuan atau tanah yang membentuk atau menyusun memiliki tingkat kerentanan gerakan tanah tinggi. Ditambah saat ini merupakan musim hujan," beber Rudy.

Rudy mengatakan Badan Geologi telah mengirim tim untuk menganalisis longsor di kawasan Puncak, Bogor. Tim juga berupaya memetakan titik rawan longsor susulan.

"Sehingga, kita bisa mengantisipasi longsor susulan," tandasnya.




(ALB)