Hujan Ringan Diperkirakan Terjadi saat Gerhana

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 31 Jan 2018 19:36 WIB
gerhana bulan
Hujan Ringan Diperkirakan Terjadi saat Gerhana
Petugas BMKG menyediakan teleskop mengamati fenomena alam gerhana total di Banda Aceh, 31 Januari 2018, Ant - Irwansyah Putra

Bandung: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca saat gerhana bulan, akan berawan hingga hujan ringan.

"Masyarakat masih bisa melihat gerhana bulan, lantaran saat cuaca berawan, namun kemungkinan awan tidak menutup merata seluruh di bagian langit," kata Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya Rabu 31 Januari 2017.

Tony mengatakan melihat tren cuaca beberapa hari terakhir ini, diakuinya wilayah Jawa Barat lebih dominan berawan pada petang hingga malam hari. 

Namun berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG yang berlaku untuk hari Rabu, 31 Januari 2018 mulai pukul 07.00 sampai Kamis, 1 Februari 2018, umumnya di wilayah Jawa Barat akan mengalami hujan ringan. 

"Untuk di wilayah Bandung, seperti Lembang, Soreang, Cimahi, Kota Bandung, bahkan hingga Garut, Cianjur dan Karawang akan terjadi hujan ringan pada malam tanggal 31 Januari 2018. Tetapi, ada kemungkinan pula gerhana bulan bisa terlihat di celah-celah awan, hujan juga tidak turun merata di semua daerah, " terangnya.

Selanjutnya, Tony menjelaskan ketika terjadi fenomena gerhana bulan total akan sangat terlihat dimana air laut di wilayah pantai, akan mengalami pasang.

"Ini efek dari gerhana bulan, seperti saat bulan purnama yang rutin setiap bulannya," jelasnya.

Saat ditanya, apakah ada kaitannya antara gerhana bulan total dengan identifikasi gempa yang mungkin terjadi Tony menegaskan tidak ada hubungan.

"Bulan adalah aktivitas astronomi di angkasa, sedangkan gempa adalah aktivitas pergerakan lapisan batuan di dalam bumi. Gempa itu belum dapat diprediksi," pungkasnya.

Sementara itu, mengenai angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah Jabar Tony menyatakan hal tersebut merupakan dampak dari angin 'Cebile' di wilayah Australia.

"Badai Cebile sangat jauh di Australia dan bergerak ke arah australia, kita di indonesia hanya sedikit terkena dampak tidak langsung yaitu angin kencang. Seperti di wilayah Selatan, ada daerah tekanan udara rendah," tandasnya.



(RRN)