Presiden Bakal Rutin Pantau Rehabilitasi DAS Citarum

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 22 Feb 2018 12:27 WIB
pencemaran lingkunganpencemaran sungai
Presiden Bakal Rutin Pantau Rehabilitasi DAS Citarum
Aliansi Serumpun Bambu Melakukan Penanaman Bambu di Sungai Citarum. (MI/Cikwan)

Bandung: Presiden Joko Widodo tiba di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, sekitar pukul 09.15 WIB, Kamis, 22 Februari 2018.

Jokowi bersama rombongan datang dengan mengenakan kemeja putih dan celana bahan warna hitam, untuk memulai kegiatan pertama yaitu penanaman bibit pohon secara simbolis. Kemudian dilanjutkan ke Situ Cisanti yang merupakan hulu dari Sungai Citarum. 

Jokowi menuturkan, kedatangannya ke Situ Cisanti bukan sekadar seremonial melainkan mendukung pekerjaan besar yakni pengembalian fungsi Sungai Citarum. Sementara itu, kata Jokowi, rehabilitasi lahan sudah dimulai sejak 1 Februari lalu. Menurutnya rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) Citarum merupakan pekerjaan besar dan panjang. Jokowi berencana akan rutin mendatangi Situ Cisanti.

"Akan saya lihat secara rutin, mungkin bisa pertigabulan, bisa per enam bulan untuk memastikan bahwa ini (revitalisasi) berjalan," ucap Jokowi di lokasi. 

Baca: Rehabilitasi DAS Citarum Butuh 7 Tahun


Presiden Joko Widodo memulai penanaman bibit pohon di Desa Tarumajaya, Bandung. (Medcom/Octa DM)

Orang nomor wahid di Indonesia itu mengatakan, semua pihak harus mengambil bagian untuk menangani pencemaran Sungai Citarum. Nantinya, kata Jokowi, rehabilitasi di wilayah Citarum dikerjakan terintegrasi oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

"Selain itu, juga semua kementerian yang terlibat dan yang terpenting pangdam dan kapolda. Semuanya juga ikut bersama-sama, menjaga secara gotong royong untuk merehabiliasi wilayah daerah sungai citarum ini," paparnya.

Jokowi menegaskan, dari pengamatannya potensi alam di sekitar Situ Cisanti bisa dimanfaatkan. PT Perkebunan Nusantara diketahui telah menyerahkan lahan seluas 980 hektare untuk persemaian tanaman.

"Kemudian Perhutani juga memberikan lahannya yang diharapkan dapat ditanami tanaman ekologis maupun ekonomis seperti kopi, teh  mampu menghijaukan kembali kawasan ini," bebernya.


(LDS)