Siswa RMP di Bandung Terancan tidak Bisa Melanjutkan ke SMA/SMK

Roni Kurniawan    •    Kamis, 08 Jun 2017 12:31 WIB
pendidikan
Siswa RMP di Bandung Terancan tidak Bisa Melanjutkan ke SMA/SMK
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Bandung: Siswa lulusan SMP yang rawan melanjutkan pendidikan (RMP) terancam tidak bisa meneruskan pendidikannya. Hampir seluruh camat di Bandung menolak menandatangai surat tanggungjawab mutlak setelah pengelolaan SMA/SMK diambil alih Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Semua camat di Bandung sepakat tidak akan mendatangani surat tanggungjawab mutlak bagi siswa RMP yang akan melanjutkan ke SMA/SMK sebagai salah satu syarat PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) dari provinsi tahun ini," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Jawa Barat, Kamis 8 Juni 2017.

Elih mengatakan, hal itu terjadi karena siswa RMP di Bandung sebelumnya sudah mengantongi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) saat duduk di bangku SMP. Pihak sekolah SMA/SMk bisa mengecek melalui data terkait jumlah siswa RMP di Bandung.

"Datanya kami sudah ada. Jadi, sebetulnya tinggal di cek saja datanya apakah mereka betul siswa SKTM atau bukan," tutur dia.

Selain itu, Elih menyampaikan, camat di Bandung khawatir jika menandatangi surat itu seluruh biaya akan dibebankan kepada mereka. "Para camat beranggapan, jika menandatangani surat tanggungjawab mutlak itu seluruhnya beban siswa itu tanggungjawab camat," urainya.

Terpisah, Camat Cicendo Fajar Kurniawan mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu arahan dari Sekretaris Daerah Kota Bandung serta Ketua Paguyuban Kecamatan se-Kota Bandung. Namun, warga yang sudah terdaftar atau mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan raskin bisa langsung dilayani karena sudah terdata.

"Itu bisa langsung dilayani karena sudah ada databasenya. Warga yang mengaku miskin mengajukan SKTM tapi belum terdaftar dalam data miskin di atas atau yang belum ada datanya, masih menunggu arahan pimpinan," tandas Fajar.


(NIN)