Ribuan Warga Indramayu Tolak Full Day School

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 24 Aug 2017 18:43 WIB
pendidikan
Ribuan Warga Indramayu Tolak <i>Full Day School</i>
Peserta aksi penolakan Full Day School di Kabupaten Indramayu. --MTVNRofahan--

Metrotvnews.com, Indramayu: Ribuan masyarakat Indramayu melakukan aksi menolak pemberlakukan Full Day School (FDS) oleh Kementrian Pendidikan. Massa mendesak pemerintah mencabut peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23/2017 itu.

“Kami juga meminta kepada Bupati Indramayu, untuk tidak memberlakukan sekolah lima hari di Kabupaten Indramayu,” ujar KH. Juhadi, ketua PCNU Kabupaten Indramayu, Kamis 24 Agustus 2017.

Juhadi juga meminta kepada Pemkab Indramayu untuk bisa melaksanakan Perda tentang wajib belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dengan sungguh-sungguh. Untuk bisa memaksimalkan perda tersebut, diharapkan Pemkab juga bisa mengalokasikan anggaran secara rutin untuk menunjang operasional MDTA di Kabupaten Indramayu.

“Bukan hanya melaksanakan Perda tentang MDTA, tapi juga mengalokasikan anggaran untuk operasionalnya,” kata Juhadi.



Iing Rohimin, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mengklaim ada 15 ribu peserta yang ikut berunjuk rasa menolak aturan lima hari sekolah itu. Peserta berasal dari struktur dan lembaga-lembaga yang berada di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Indramayu.

Massa melakukan aksinya dengan melakukan longmarch menuju gedung DPRD Indramyau dan Pendopo Indramayu. Tapi para peserta kecewa, karena saat tiba di Pendopo Kabupaten Indramayu, Bupati Indramayu Anna Sophana, tidak ada ditempat. Perwakilan massa hanya ditemui oleh Asda II, Susanto dan Kepala Dinas Pendidikan, M. Ali Hasan.

“Mereka tidak mau menandatangi pernyataan untuk menghentikan FD di sekolah-sekolah,” kata Iing.

Sementara itu, Asda II Kabupaten Indramayu, Susanto menuturkan, bupati tidak bisa menemui perwakilan peserta aksi karena sedang ada kegiatan di luar pendopo. Ia hawatir massa akan terlalu lama jika menunggu kedatangan Bupati.

“Ibu Bupati sedang ada kegiatan diluar. Kalau menunggu pasti lama,” kata Susanto


(ALB)