Warga Bogor Diminta Berdoa Ketimbang Hura-hura

Rizky Dewantara    •    Kamis, 27 Dec 2018 15:19 WIB
perayaan tahun baru
Warga Bogor Diminta Berdoa Ketimbang Hura-hura
Suasana kemeriahan tahun baru dengan latar Masjid Masjid At-Taawun di Puncak, Bogor, Jawa Barat, Senin (1/1). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya.

Bogor: Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengajak warganya untuk tidak merayakan malam pergantian tahun dengan hura-hura. Bima ingin warganya melewati malam pergantian tahun dengan berdoa dan bersyukur.

"Jadi saya menghimbau, mari tunjukan rasa simpati, empati dan dukungan kita kepad ribuan saudara kita yang rumahnya terdampak bencana alam dengan mendoakan mereka semua. Daripada berpesta, hura-hura tanpa makna," kata Bima di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Kamis, 27 Desember 2018.

Bima mengajak seluruh warga Kota Bogor untuk tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan. Perayaan pergantian tahun semestinya disikapi dengan evaluasi apa yang telah dilakukan di tahun sebelumnya. 

"Khilaf, dosa, kekurangan, kelemahan kita. Kita berbenah untuk memasuki tahun baru, menatap tahun berikutnya menjadi pribadi lebih baik," jelas Bima.

Politisi Partai PAN itu mengaku, Pemkot Bogor bersama jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) akan menggelar doa bersama dengan harapan terhindar dari musibah maupun bencana.

Ia pun berharap, akan lebih baik jika warga Kota Bogor memilih cara untuk merayakan pergantian tahun dengan lebih bermuhasabah. Evaluasi dan refleksi.

"Pemkot Bogor InsyaAllah akan mengadakan doa bersama, tapi tempatnya belum ditentukan. Yang pasti di pusat kota, antara Tugu Kujang dan Lapangan Sempur. Kita bersama-sama memanjatkan doa untuk keselamatan bersama juga bagi korban bencana," pungkas Bima.


(DEN)