Kapolda Jabar Temukan Harga Pangan di Bandung Stabil

P Aditya Prakasa    •    Kamis, 13 Dec 2018 10:00 WIB
libur natal
Kapolda Jabar Temukan Harga Pangan di Bandung Stabil
Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi mengecek stok serta harga pangan di Pasar Kosambi. Kota Bandung, Kamis 13 November 2018, Medcom.id - Aditya

Bandung: Tak ada kenaikan signifikan pada harga pangan di Kota Bandung, Jawa Barat, menjelang perayaan libur natal dan tahun baru. Hal itu disampaikan setelah Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto dan Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen Tri Sorwandono menginspeksi bahan pangan di Pasar Kosambi.

Agung mengatakan harga pangan cenderung stabil. Di Pasar Kosambi, Agung mendatangi beberapa penjual sayuran dan daging.

"Kita sengaja karena akan melaksanakan libur panjang, jadi biasanya ada kenaikan harga sembako. Hasil pengecekan tadi, tidak ada kenaikan," kata Agung di Kota Bandung, Kamis, 13 Desember 2018.

Menjelang libur akhir tahun, Agung mengatakan akan terus memantau kondisi harga pangan di pasar-pasar tradisional. Apabila ditemukan pelanggaran permainan harga, Agung menegaskan pihaknya akan menindak tegas.

"Tim satgas pangan akan menelusuri distributornya dan tetap menelusuri sampai pelaksanaan libur tahun baru. Kalau (kenaikan) mekanisme pasar, fine saja. Tapi kalau ada indikasi manipulasi atau monopoli, kita akan melakukan penyelidikan," ucap Agung.

Selain mengecek harga, Kapolda dan Pangdam juga memeriksa bahan-bahan makanan. Dari hasil pemantauan tidak ditemukan campuran zat yang berbahaya.

"Paling penting itu tingkat kesehatan makanan, tadi ngecek sample ayam, daging ikan yang paling penting baso harus halal, kedua harus terbebas dari campuran," kata Agung.

Sementara itu salah satu pedagang sayuran, Sri (54) mengatakan saat ini belum ada kenaikan harga. Salah satu yang mengalami kenaikan hanya sayuran wortel dari Rp16 ribu menjadi Rp18 ribu.

Untuk cabai rawit harganya masih stabil di angka Rp35 ribu. Cabai tanjung Rp40 ribu dan jengkol Rp30 ribu.

"Belum ada harga yang naik tinggi. Paling wortel saja naik Rp2 ribu. Itu naik karena faktor cuaca," ucap Sri.

Selain itu, Sri mengatakan harga cabai rawit juga mengalami kenaikan sebesar Rp5 ribu. Hal itu membuat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar yang juga ketua tim satgas pangan, Kombes Samudi keheranan. Pasalnya harga cabai rawit yang telah didata olehnya Rp30 ribu.

"Harga cabai rawit kenapa Rp35 ribu? Belinya berapa dari mana?," tanya Samudi.

Sri menjawab bahwa cabai rawit yang dia dapat berasal dari Pasar Andir.

"Ambil dari Pasar Andir. Rp5 ribu itu buat ongkos. Paling nanti mentoknya (jual) Rp32 ribu," kata Sri.



(RRN)