Ribuan Guru Honorer Kota Sukabumi Mogok Mengajar

ant    •    Selasa, 18 Sep 2018 14:01 WIB
gurutenaga honorerGuru Honorer
Ribuan Guru Honorer Kota Sukabumi Mogok Mengajar
Ilsutrasi. Seorang guru honorer membentangkan spanduk saat melakukan unjuk rasa, MI/Ramdani.

Sukabumi: Ribuan guru honorer yang mengajar di sekolah negeri di Kota Sukabumi, Jawa Barat memilih untuk tidak mengajar atau mogok sementara. Mogok terkait adanya kebijakan tentang pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 36 Tahun 2018 yang salah satu poinnya batasan usia bagi CPNS seharusnya ada kebijakan lain untuk guru honorer yang sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun untuk mencerdaskan bangsa ini," kata Ketua PGRI Kota Sukabumi Dudung Nasrullah di Sukabumi, Selasa, 18 September 2018. 

Baca: Guru Honorer Minta Presiden Terbitkan Perppu ASN

Menurutnya, imbas jika guru honorer mogok mengajar maka kegiatan belajar dan mengajar di sekolah khususnya yang berstatus negeri akan lumpuh. Apalagi keberadaan guru honorer tersebut sangat penting karena
banyak sekolah yang kekurangan jumlah guru PNS sehingga harus memberdayakan guru honorer.

Untuk jumlah guru honorer di Kota Sukabumi sekitar 4 ribu orang atau dua kali lipat dari jumlah guru PNS yang hanya 2 ribu orang. Tetapi, jumlah
guru honorer tersebut selalu berfluktuasi setiap saat karena berkaitan
dengan kebutuhan sekolah.

Baca: Guru Honorer Tuntut Payung Hukum dari Pemerintah

Maka dari itu, pihaknya meminta agar khusus untuk guru honorer yang sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun ada kebijakan terkait pengangkatan CPNS dalam hal batasan usia. 

"Kami berharap ada solusi yang tepat untuk para guru honorer tersebut jangan sampai berlarut-larut, apalagi tidak hanya di Kota Sukabumi daerah lain di Indonesia pun sama seperti ini," tambahnya.

Dudung mengatakan kondisi seperti ini memang memprihatinkan, di mana sekarang kebutuhan guru meningkat tetapi tidak diimbangi dengan
kesejahteraan. Apalagi guru honorer yang bekerja di SD dan SMP negeri
upahnya hanya Rp500 ribu hingga Rp1 juta/bulan. Diharapkan dengan ada
kebijakan lain terkait perekrutan CPNS tersebut.


(ALB)