Polisi Klarifikasi Status Tersangka Korban Begal

Antonio    •    Rabu, 30 May 2018 11:19 WIB
pembegalan
Polisi Klarifikasi Status Tersangka Korban Begal
Ilustrasi kekerasan, Medcom.id - M Rizal

Bekasi: Korban pencurian dengan kekerasan alias begal di Jembatan Summarecon, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih berstatus saksi. Penegasan itu disampaikan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto untuk mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya.

Pekan lalu, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih mengatakan Moh Irfan Bahri (MIB) menjadi tersangka karena melakukan penganiayaan yang menewaskan satu orang. Namun, Jairus mengatakan penetapan status itu bisa gugur karena Irfan melakukan hal tersebut untuk mempertahankan diri dari pelaku begal.

Baca: Korban Begal Ditetapkan Jadi Tersangka

Namun Indarto mengklarifikasi pernyataan Jairus. Sebab, Irfan masih berstatus saksi. 

"Saya ingin meluruskan beberapa pemberitaan. Statusnya (MIB) masih sebagai saksi," kata Indarto di Bekasi, Selasa 29 Mei 2018.

Ia menjelaskan kepolisian masih menunggu keterangan ahli pidana untuk menentukan status hukum korban begal tersebut.

"Untuk kasus dugaan aniaya yang mengakibatkan meninggal, hasil gelar perkara masih harus menunggu keterangan ahli pidana," jelasnya.

Sementara itu, pelaku perampokan, IY, sudah menjadi tersangka. Rekannya AS telah meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih mengatakan MIB ditetapkan sebagai  tersangka karena diduga melakukan penganiayaan. Tindakan itu mengakibatkan satu orang meninggal.

"Tapi kami masih meminta pendapat ahli mengenai kasus ini. Koordinasi ke jaksa penuntut umum (JPU) dulu," ujar Jairus di Bekasi, Senin, 28 Mei 2018.


(RRN)