Polisi Masih Cari Penjual Makanan yang Sebabkan Siswa SD di Bekasi Keracunan

Antonio    •    Rabu, 15 Aug 2018 20:19 WIB
keracunankeracunan makanan
Polisi Masih Cari Penjual Makanan yang Sebabkan Siswa SD di Bekasi Keracunan
Siswi SD membeli jajanan di Jakarta, Selasa (11/4). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Bekasi: Polisi masih mencari pedagang jajanan makanan yang menyebabkan sejumlah siswa di Negeri 03 dan SD Negeri 02 Tanjungbaru, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi keracunan.

Kapolsek Cikarang Timur, Kompol Warija mengatakan, anggota polisi dari Polsek Cikarang Timur sudah diterjunkan untuk melakukan penyelidikan.

"Kita masih selidiki untuk kita kembangkan kasusnya. Dugaan sementara karena keracunan mi spageti (jajanan sekolah)," kata Warija di Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 15 Agustus 2018.

Baca: 15 Siswa SD di Bekasi Keracunan Jajanan Sekolah

Warija menjelaskan, pihaknya telah melakukan observasi dan mencari saksi untuk dimintai keterangan terkait dengan peristiwa tersebut.

Menurut sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan, penjual spageti tersebut baru berjualan di lingkungan sekolah.

"Jadi korban habis makan mie spageti yang dibeli dari pedagang keliling yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Kebetulan pedagang ini baru berjualan dua hari," jelas Warija.

Sebelumnya sebanyak 15 siswa Sekolah Dasar Negeri 02 dan 03 Tanjungbaru, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi jajanan di sekolahnya.

Sembilan orang di antaranya sempat dibawa ke Rumah Sakit untuk dirawat intensif. "Ada yang masih mual dan pusing, namun semuanya sudah penanganan dokter," kata Camat Cikarang Timur, Ani Agustini di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 14 Agustus 2018.


(DEN)