Bos First Travel Merasa Diperlakukan tak Adil

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 16 May 2018 16:18 WIB
kemelut first travel
Bos First Travel Merasa Diperlakukan tak Adil
Terdakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman (tengah), Direktur Anniesa Hasibuan (kedua kanan), dan Direktur Keuangan Siti Nuraida Hasibuan (kanan). (ANT/Indrianto Eko Suwarso)

Depok: Terdakwa kasus penipuan perjalanan umrah First Travel, Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan, dan Siti Nuraida Hasibuan merasa diperlakukan tak adil oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok. 

"Majelis hakim yang kami muliakan, Pak JPU yang kami hormati, kami merasa sangat keberatan (dengan tuntutan). Kami merasa (diperlakukan) tidak adil selama persidangan. Semua yang dituduhkan tidak kami terima, kami rasa tidak ada yang salah (dengan kami). Kami tak berniat melakukan penipuan," ucap Andika dalam pesidangan dengan agenda membaca nota pembelaan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu 16 Mei 2018.

Andika menuturkan sekitar delapan tahun pihaknya telah memberangkatkan jemaah umrah melalui First Travel. Sementara, hingga kini Kementerian Agama belum juga memberikan langkah terkait kasus penipuan tersebut. 

"Satu hal penting tentang pemboikotan visa kami yang tidak pernah terungkap. Di sini kami lihat peran media semakin memojokkan kami," bebernya.

Selain itu, Andika menyakini banyak rivalnya yang membuatnya jatuh melalui bisnis perjalanan umrah murah. "Saya mendobrak bisnis umrah, banyak yang mematok harga mahal bagi jemaah yang hendak pergi umrah. Di sini, saya yakin banyak saingan usaha," tandasnya.

Andika menginformasikan, pada Selasa 15 Mei 2017, dari sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diselenggarakan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), telah didapat perdamaian. 

"Artinya adalah ada jalan dan kesepakatan baru terhadap jemaah First Travel yang ingin diberangkatkan," paparnya.

Andika berharap majelis hakim bisa memutuskan hukuman terhadapnya melalui nota pembelaan yang disampaikan. Andika Surachman dituntut JPU Kejari Depok 20 Tahun Penjara.


(LDS)