112 Warga Tewas akibat Miras Oplosan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 19 Apr 2018 16:32 WIB
miras oplosan
112 Warga Tewas akibat Miras Oplosan
Wakapolri dan jajarannya dalam keterangan pers kasus miras oplosan yang menewaskan puluhan orang di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis, 19 April 2018, Medcom.id - Octavianus

Bandung: Sebanyak 112 warga Indonesia meregang nyawa setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan. Jumlah tersebut didata Mabes Polri sepanjang empat bulan di 2018.

Demikian disampaikan Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Syafruddin dalam keterangan pers di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis, 19 April 2018. Jumlah korban terbanyak di Jawa Barat.

"Banyak korban maupun pelaku (miras oplosan), berhasil diungkap di wilayah Jabar dan saya percaya masalah ini juga terjadi tidak hanya di Jabar, Jakarta dan Kalimantan," ujar Syafrudin saat menggelar keterangan pers di rumah yang menjadi lokasi memproduksi miras oplosan di Cicalengka.

Di rumah tersebut, polisi menemukan berbagai bukti pembuatan miras oplosan. Minuman tersebut mengakibatkan lebih 40 warga Cicalengka meninggal sejak awal April 2018. 

Hingga berita ini dimuat, polisi menetapkan tujuh tersangka dalam kasus itu. Tiga tersangka dibekuk, satu di antaranya Syamsudin Simbolon, pemilik rumah di Cicalengka itu. Sementara empat lainnya masih buron.

"Pelaku utama yaitu Syamsudin sudah ditangkap. Malam tadi dibawa ke Bandung," lanjut Syafrudin.

Syarfudin mengatakan miras oplosan bukan sekadar pekerjaan rumah Polri. Tapi seluruh stakeholder juga bertanggung jawab membebaskan lingkungan dari miras oplosan.

"Karena ini menyangkut perizinan, regulasi. Lantaran itu, kepala daerah dan BBPOM harus bekerja sama memberantas masalah ini agar tak semakin berlarut. Opini menghentikan miras oplosan tak sekadar berhenti menjelang Ramadan dan bulan puasa," harap Syafrudin.


(RRN)