Warga Dapat Gunakan Bus BSD-BSH dengan Tarif Rp25 Ribu

Farhan Dwitama    •    Senin, 03 Sep 2018 17:25 WIB
transportasi
Warga Dapat Gunakan Bus BSD-BSH dengan Tarif Rp25 Ribu
Perum PPD resmikan rute baru Intermark BSD-Soekarno-Hatta, Senin 3 September 2018, Medcom.id - Farhan

Tangerang: Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) melakukan uji coba bus pada rute baru dari Intermark Bumi Serpong Damai Tangerang Selatan menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta (BSH) Tangerang Banten, Senin, 3 September 2018. Tarif bus itu yaitu Rp25 ribu selama masa promosi.

Direktur Utama PPD Pande Putu Yasa menerangkan mengkaji rute baru itu. Hasilnya, tak ada gangguan pada angkutan massal itu selama uji coba.

“Pada percobaan ini kami siapkan 5 unit bus, dengan interval satu jam sekali bus berangkat. Sebenarnya berapapun kebutuhan masyarakat kami siap, tapi ini kami lihat dulu animonya,” kata Pande di Intermark BSD. 

Ia menargetkan waktu tempuh dari BSD menuju BSH maksimal 1 jam. Pande mengatakan animo masyarakat Tangerang Selatan ke Bandara cukup tinggi. Namun, transportasi umum untuk rute itu belum ada.

Sementara Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany berharap rute baru memberikan kemudahan bagi warganya menuju bandara.

“Muudah mudahan kehadiran angkutan umum ini bisa menjadi solusi masyarakat untuk mendapatkan sarana prasarana publik menuju Bandara,” terangnya. 

Airin mengaku kemacetan di Tangerang Selatan makin bertambah. Upaya penambahan jalan terus dilakukan. Namun, moda transportasi massal juga menjadi solusi menangani macet.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihantono menilai cara itu sebagai upaya jemput bola untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap trasportasi publik yang ideal. Sehingga, masyarakat dapat beralih ke transportasi massal.

“Tapi kami ingin PPD menyiapkan armadanya, agar masyarakat mau beralih, karena tranportasinya sudah tersedia dengan baik. Kami tidak cukup membicarakan kebijakan ganjil genap, ada komplain pengusaha mall mengalami penurunan pengunjung karena kebijakan itu, dan kami lakukan dengan transportasi antarmal,” ucap dia.

Menurutnya, transportasi yang ada saat ini sudah gawat darurat, maka dengan kebijakan yang ada (ganjil genap) perubahan pola masyarakat telah bergeser.

“Transjakarta mengakui ada peningkatan penumpang 40 persen, PPD 20 persen, CO 2 kita juga turun 28 persen. Target-target capaian ini kita apresiasi luar biasa. Maka perlu kita bersama sama mendukung kebijakan ini,” ucapnya. 


(RRN)