Pihak Yayasan dan Guru yang Dipecat Sepakat Berdamai

Antonio    •    Senin, 02 Jul 2018 19:28 WIB
pendidikan
Pihak Yayasan dan Guru yang Dipecat Sepakat Berdamai
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie (kiri) memberi keterangan pada awak media usai proses mediasi di Ruang Rapat Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Senin 2 Juli 2018. Antonio / Mercon.id

Bekasi: Mediasi antara Yayasan Daarunnajaat Maza dan guru SDIT Darul Maza yang dipecat karena berbeda pilihan saat Pilgub Jabar, Robiatul Adawiyah, berujung islah. Kedua pihak sepakat berdamai. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie, mengatakan Robiatul Adawiyah sudah memaafkan sikap yang dilakukan salah satu pengurus sekolah kepadanya.

"Jadi, saya kira ini berawal dari status, jadi tidak ada pihak yayasan mengarahkan bahwa semua harus A, harus B, karena ini menyangkut masalah hak seseorang," kata dia di Bekasi, Senin, 2 Juli 2018.

Ali mengatakan Dinas Pendidikan Kota Bekasi akan mencarikan sekolah swasta atau negeri untuk tempat mengajar Robiyatul Adawiyah. Itupun bila Robiyatul Adawiyah enggan kembali mengajar di SDIT Darul Maza.

"Karena kita tahu masih banyak sekolah negeri yang kekurangan guru, saya kira tidak ada masalah sepanjang guru ini masih ingin mengabdikan diri untuk menjadi guru dinas pendidikan akan memberikan solusi yang terbaik," tuturnya.

Sementara itu, soal seorang guru bernama Fahrudin yang melalui pesan WhatsApp mengatakan tak sejalan dengan visi misi yayasan. Menurut Ali, tidak sesuai fakta. 

"Tidak ada (arahan), tadi dari pihak yayasan sudah mengatakan itu, tidak mengarahkan dalam artian harus memilih salah satu paslon sesuai keinginan yayasan. Karena ini hanya bentuk pribadi dari pengurus sekolah atau yayasan itu sendiri," tutupnya.

Baca: Guru dan Pihak Sekolah yang Memecat Dipertemukan



(LDS)