2 Korban Guru Cabul di Depok Enggan Direhabilitasi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 03 Jul 2018 18:40 WIB
pelecehan seksualkekerasan seksual anak
2 Korban Guru Cabul di Depok Enggan Direhabilitasi
ilustrasi-medcom.id

Depok: Delapan bocah korban pencabulan seorang guru di salah satu SD di Depok, Jawa Barat, telah menjalani rehabilitasi. Namun, dua korban lainnya enggan direhabilitasi. Sementara dua korban yang lain telah setuju, dan sedang menunggu penjadwalan.

Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengungkap, hasil rehabilitasi delapan bocah menunjukkan hasil yang baik. 

"Ini perkembangan positif yang patut diapresiasi agar korban (pencabulan) tidak menjadi pelaku. Karena, diperkirakan 70 persen korban bisa saja menjadi pelaku. Seluruh pihak di sini, mau berkoordinasi dengan baik," katanya usai berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok, di Gedung Balaikota Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Juli 2018.

Dia mengatakan, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) masih membujuk empat korban lainnya yang masih enggan mengikuti rehabilitasi. 

Sementara itu, Psikolog P2TP2A, Fitri, mengatakan proses penanganan rehabilitasi delapan korban pencabulan dilakukan berbeda setiap anak. Penanganan dilakukan sesuai pendataan asessment P2TP2A. 

"Begitupun orang tua. Ada yang mulai dari tanggal 20 Juni treatment dengan ortu dan anak memang kita sebetulnya ingin mengejar soal rehabilitasi itu saat liburan," paparnya.

Sebelumnya, belasan bocah SD di Depok menjadi korban pencabulan oknum guru di Kota Depok. Hingga saat ini, oknum guru tersebut telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolresta Kota Depok.

Baca: Guru SD Cabuli Anak Didiknya Sejak 2017


(LDS)