Pentingnya KTT Ulama se-Dunia untuk Negara Islam

Rizky Dewantara    •    Rabu, 02 May 2018 11:18 WIB
konferensi ulama
Pentingnya KTT Ulama se-Dunia untuk Negara Islam
Imam Besar Al Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb (kiri) disaksikan Presiden Joko Widodo (tengah) dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin (kanan) menyampaikan paparan ketika pembukaan Konsu

Bogor: Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim se-dunia dinilai sangat penting untuk negara-negara Islam. Salah satunya Iran, karena menjadi negara yang memiliki konflik.

"Saya pikir pertemuan ini sangat penting karena saat ini kami memiliki konflik, baik di antara negara-negara islam dan di wilayah kami. Kami memiliki begitu banyak perang dan banyak muslim yang menderita," ungkap Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar, saat ditemui disela-sela acara KTT Ulama se-dunia di Novotel Bogor, Jawa Barat, Selasa, 1 Mei 2018.

Ebtekar berharap, KTT Ulama se-dunia bisa mengarah ke hal yang lebih baik untuk negara-negara Islam di dunia. Dia menilai, KTT Ulama se-dunia tersebut sangat penting dan nantinya bisa ditegakkan oleh pemerintah Indonesia. 

"Bukan hanya pemahaman dan dialog baik pada prinsipal yang kita miliki dalam dunia Islam. Tetapi juga pada cara-cara untuk bersatu menciptakan lebih banyak kesadaran di antara masyarakat kita atau sesama umat muslim," paparnya.

(Baca: Pesan Toleransi Presiden Jokowi saat Buka KTT Ulama se-Dunia).

Dia menuturkan, pentingnya KTT Ulama yang dihadari ratusan peserta dari manca negara untuk menyampaikan wasattiyat atau jalan tengah. Dia berharap, melalui KTT Ulama se-dunia bisa membantu semua pihak dalam menerapkan kebijakan dan bergabung mencegah ketidak adilan di negara Islam. 

"Tentang wasattiyat Islam, pihaknya menganggap sebagai ummah dengan keadilan. Bahwa nabi besar Muhammad SAW, telah meminta untuk berdamai satu sama lain antara umat beragama," kata Ebtekar. 

(Baca: Jokowi: Ulama Berperan Penting bagi Perdamaian Dunia‎).


(LDS)