PKS Minta #2019GantiPresiden Terus Digelorakan

Antonio    •    Minggu, 29 Apr 2018 22:23 WIB
pilpres 2019
PKS Minta #2019GantiPresiden Terus Digelorakan
Presiden PKS Sohibul Iman. (Medcom.id/Antonio)

Bekasi: Presiden PKS Sohibul Iman meminta gerakan #2019GantiPresiden dan beragam aksesoris terkait hal tersebut terus digelorakan. Ia mengaku setuju dengan penggunaan kaus bertuliskan #2019GantiPresiden.

"Saudara-saudara sekalian jangan takut menyuarakan ini, karena ini konstitusional. Tagar ganti presiden 2019 itu sama dengan  #Jokowi2periode. Kenapa mereka begitu saja melenggang sementara tagar ini dipersoalkan," kata Sohibul dalam sambutannya di kampanye Akbar Pilgub Jabar Paslon Sudrajat - Ahmad Syaikhu (Asyik) di Kota Bekasi, Minggu, 29 April 2018.

Ia menyampaikan, sebagai warga negara, masyarakat yang menggunakan kaus tersebut memiliki hak untuk mencari pemimpin yang lebih baik. Menurutnya, gerakan tersebut bukan perkara suka atau tidak suka.

"Kita tidak dalam posisi like atau dislike, kita tidak dalam posisi membenci kepemimpinan yang ada sekarang. Tapi kita punya keinginan memiliki pemimpin yang lebih baik dari sekarang. Titik," tegasnya.

Ia berharap tagar ganti presiden, kaus dan beragam aksesoris ini digelorakan untuk mendapatkan pemimpin yang lebih baik menurutnya. "Insya Allah dengan itu semua kita bisa mendapatkan kepemimpinan nasional ," tutupnya.

Baca: Ketua MPR Sayangkan Intimidasi Massa #2019GantiPresiden

Di sisi lain, gerakan #2019GantiPresiden kembali mendapat sorotan negatif usai viralnya sebuah video yang menayangkan sejumlah massa yang menggunakan kaus bertuliskan #2019GantiPresiden diduga mengintimidasi orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja di area car free day. Dalam video yang disebarkan oleh Jakartanicus lewat Youtube tampak seorang ibu dan anaknya jadi korban intimidasi tersebut.

Sekjen PKS Mardani Ali Sera sekaligus inisiator gerakan tersebut menyayangkan insiden yang terjadi di car free day tersebut. Menurut dia, seharusnya massa yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden harus tetap menghormati pihak lain yang tak sejalan.

"Tiap orang mesti menghargai pilihan orang lain. Sikap yang ada mesti membuat kita saling menghargai," kata Mardani saat dihubungi Medcom.id, Minggu, 29 April 2018 kemarin.

Menurut dia, Pemilu 2019 harus dijadikan sebagai ajang demokrasi yang menyenangkan. Ia mengaku tak menghalalkan cara-cara intimidasi seperti itu.

Baca: Massa #2019GantiPresiden Diduga Lakukan Intimidasi

"Jadikan ini sebagai pesta yang menyenangkan dan tetap menghargai tiap pilihan orang. Kita bersaudara dalam NKRI," tuturnya. 

Mardani membantah jika acara di Car Free Day yang melibatkan sejumlah massa itu diinisiasi olehnya. Kendati begitu, kejadian tersebut menurutnya menjadi pelajaran yang berharga bagi semua pihak. 

"Kesalahan itu baik diambil hikmahnya. Dibanding dengan jumlah peserta dan kejadian yang ada prosentasenya kecil, tapi tetap jadi pelajaran harus menghargai," tuturnya.


(DMR)