Biro Umrah di Bekasi Dipolisikan karena Dugaan Penggelapan

Antonio    •    Selasa, 24 Jul 2018 20:14 WIB
penipuanibadah umrah
Biro Umrah di Bekasi Dipolisikan karena Dugaan Penggelapan
Kuasa Hukum Pelapor Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Jamaah Umroh, Martin Iskandar menunjukan kwitansi pembayaran calon jamaah umroh. Medcom.id/Antonio

Bekasi: Sebanyak lima orang kordinator jemaah umrah yang membawahi 151 calon peserta umrah melaporkan YI, direktur utama sebuah biro perjalanan umrah, ke Polres Metro Bekasi Kota. YI dilaporkan karena biro yang dipimpinnya tidak memenuhi janji ke calon peserta yang telah membayar.

Kuasa Hukum Kordinator Korban Jamaah Umroh Martin Iskandar menyebut tiap calon peserta umrah dikenakan biaya bervariasi, antara Rp15 juta hingga Rp18 juta. Total uang yang sudah disetorkan 151 calon peserta umrah sekitar Rp2 miliar.

Mereka dijanjikan berangkat satu tahun setelah melunasi pembayaran. Namun, biro perjalanan pada kenyataannya tidak memberangkatkan calon peserta umrah hingga 2018.

Kordinator memutuskan melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan biro perjalanan umrah itu ke polisi.

"Korbannya para kordinator, ada yang membawahi 32, 40 sampai 42 orang peserta," kata dia di Polres Metro Bekasi Kota usai membuat laporan bersama dengan kordinator calon jamaah umrah, Selasa, 24 Juli 2018.

Dari jumlah 151 orang, baru beberapa di antaranya telah diberangkatkan. Namun bukan melalui biro perjalanan umroh yang dipimpin YI.

Mereka berangkat menggunakan dana pribadi dari koordinator. Koordinator membayar biaya tersebut karena calon peserta umrah yang sudah melunasi pembayaran dan tidak diberangkatkan terus bertanya-tanya.

Dalam laporan tersebut, pihaknya menyertakan barang bukti berupa kuitansi dan bukti transfer ke biro perjalanan milik YI.

Sementara, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing Andari membenarkan laporan tersebut.

"Benar ada laporan dan sekarang sedang dalam proses penyelidikan," ujarnya.


(SUR)