Potensi Menurun, Masyarakat Diimbau Waspada Tanda Longsor

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 03 Apr 2018 15:50 WIB
bencana longsor
Potensi Menurun, Masyarakat Diimbau Waspada Tanda Longsor
Warga melihat kondisi kawasan yang tertimbun material longsor di Desa Buninagara, Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. (ANT/NOVRIAN ARBI)

Bandung: Potensi tanah bergerak atau longsor dan banjir bandang di Jawa Barat pada April 2018 berkurang, ketimbang pada Februari dan Maret 2018. 

Namun potensi tanah bergerak di seluruh Indonesia masih terjadi di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua Barat. 

"Namun masyarakat dan pemerintah daerah tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan," ungkap Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jawa Barat Kasbani Kasbani di Kantor PVMBG Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa 3 April 2018.

Kasbani menjelaskan, potensi longsor justru terjadi bukan saat musim hujan. Karena, masyarakat yang kurang waspada dengan tanda-tanda alam. 

"Masyarakat yang tinggal di bawah atau lereng terjal, daerah aliran sungai atau sepadan sungai perlu waspada terhadap ancaman tanah longsor, juga perlu mengenal tanda-tanda sebelum longsor," bebernya.

Kasbani menerangkan, awal tanda-tanda longsor ialah adanya retakan di lereng bukit. Selain itu, kata dia, beberapa pohon dan tiang listrik juga miring. 

"Selain itu meski tidak ada hujan, tiba-tiba muncul rembesan pada lereng. Runtuhan batu kecil. Apabila ada bendungan sungai, airnya tiba-tiba tidak mengalir. Lereng tidak menggembung," paparnya.

Kasbani mengimbau, kewaspadaan terhadap tanda bencana longsor perlu ditingkatkan. Pasalnya, korban akibat longsor cukup tinggi. Dia mengingatkan, agar warga yang mengenali tanda longsor untuk menjauhi lereng. 

Khusus wilayah Ciloto, Kasbani mengimbau pihak terkait untuk segera mengantisipasi bencana longsor. Alasanya, Kasbani telah memberikan prakira potensi longsor sebulan ke depan. 

"Itu sebagai peringatan dini pemerintah daerah, sebagai pedoman. Peta kebencanaan diimbau untuk digunakan untuk peringatan dini," paparnya.


(LDS)