Pemkab Bogor Investigasi Pabrik di Pinggir Cileungsi

Rizky Dewantara    •    Rabu, 17 Oct 2018 11:11 WIB
pencemaran sungai
Pemkab Bogor Investigasi Pabrik di Pinggir Cileungsi
Sungai Cileungsi tercemar dan berwarna hitam, Medcom.id - Rizky Dewantara

Bogor: Empat pabrik di bantaran Sungai Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, disegel diduga terkait dengan pencemaran. Tapi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor mengaku sukar membongkar penyebab pencemaran Sungai Cileungsi.

Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan (PHPL) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Budi Mulyawan mengaku masih menginvestigasi pabrik-pabrik di sekitar sungai. Jadi, Pemkab Bogor belum mendapat data soal hasil investigasi.

"Saat ini kami masih pendataan," ujar Budi di Bogor, Rabu, 17 Oktober 2018.

Budi mengatakan akan menggandeng polisi untuk menindak pabrik yang membuang sampah ke sungai. Budi pun meminta waktu lebih panjang untuk menuntaskan masalah itu.

Terkait empat pabrik yang disegel, Budi mengatakan masa berlaku izin Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) sudah habis. Selain itu, instalasi dalam perbaikan.

Sebelumnya, pantauan Medcom.id pada Selasa, 9 Oktober 2018. Tepatnya di jembatan Bojong Kulur perbatasan Bantar Gebang Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor. Sungai Cileungsi di bawah jembatan Bojong Kulur terlihat hitam pekat dan ada busa putih keluar.

Perubahan warna Sungai Cileungsi terjadi sejak tiga bulan terakhir. Selain warna sungai yang hitam, bau tidak sedap juga kerap tercium.

Empat pabrik yang Satpol PP Kabupaten Bogor yaitu PT AIP, Garment Binatu/Industrial Laundry di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri; PT HTI, pabrik pembuatan jari-jari roda kendaraan di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri; PT FOTs, pabrik olahan makanan laut di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor; dan PT MGP di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. 



(RRN)