Lurah di Depok Terjaring OTT Pungli Sertifikat Tanah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Minggu, 17 Feb 2019 13:54 WIB
pungli
Lurah di Depok Terjaring OTT Pungli Sertifikat Tanah
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Depok: Tim Saber Pungli Polresta Depok menangkap seorang lurah di wilayah Kalibaru, Cilodong Kota Depok berinisial AH, Kamis, 14 Februari 2019. AH diduga telah melakukan pengutan liar (Pungli) pembuatan Akta Jual Beli (AJB) tanah.

"Jadi yang dilakukan oknum lurah itu meminta biaya yang tidak sesuai dengan ketentuan, dalam pengurusan AJB tanah," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sughiarto, Depok, Minggu, 17 Februari 2019.

Didik mengatakan AH ditangkap di kantor Kelurahan tempatnya bekerja. Tim juga menyita barang bukti berupa AJB yang telah ditandatangi AH, termasuk uang sebesar Rp5 juta.

"Selain itu, ada beberapa dokumen-dokumen lainnya yang akan digunakan penyidik sebagai alat bukti," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, AH terbukti melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang  dengan memungut biaya kepada masyarakat yang tidak sesuai ketentuan aturan dari pemerintah mengenai pejabat pembuat akta tanah. Dalam PP nomor 24 tahun 2016, diatur jika biaya PPAT dan PPATS dan saksi tidak boleh melebihi 1%. 

"Nah dalam peristiwa ini saudara AH menarget biaya 3% untuk dirinya sendiri kepada masyarakat yang mengurus AJB," kata Didik.

Tim penyidik Satreskrim Polres Depok masih melakukan pemeriksaan untuk menentukan status hukum AH. Penyidik juga telah menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan.

"Setelah keluar hasilnya tentu kita akan mengambil langkah," pungkasnya.

AH diduga melakukan tindak pidana korupsi yang diatur dalam pasal 12e, Undang-Undang nomor 20 tahun 2001, sebagaimana perubahan dari Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.


(JMS)