Terbukti Pungli, 9 Kepala Sekolah di Bandung Dipecat

Roni Kurniawan    •    Kamis, 20 Oct 2016 14:54 WIB
pungutan liar
Terbukti Pungli, 9 Kepala Sekolah di Bandung Dipecat
Ilustrasi. Foto: Antara/Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberhentikan 9 kepala sekolah karena terbukti melakukan pungutan liar (pungli) berupa gratifikasi.

Kepastian adanya pungli terkuak setelah Pemkot Bandung bersama inspektorat menyelidiki perilaku kepala sekolah SD hingga SMA selama tiga bulan terakhir sejak Agustus. Selain penyelidikan, inspektorat pun mendapat laporan masyarakat terkait praktik pungli.

"Ada dua tipe pelanggaran yang mereka lakukan, yakni maladministrasi tanpa aliran uang dan yang disertai aliran uang," kata Emil, sapaan Ridwan, saat konferensi pers, di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kamis (20/10/2016).

Pemkot mencatat ada 19 kepala sekolah yang terbukti melanggar. Namun, hanya 9 orang yang dipecat karena terbukti melakukan praktik pungli. "Ini baru ronde pertama dan akan dilakukan di sekolah lain," ujarnya.

Sembilan kepala sekolah yang dipecat terhitung hari ini antara lain kepala SDN Sabang, SDN Banjarsari, SDN Cijagra 1, SDN Cijagra 2, SMPN 2, SMPN 5, SMPN 13, SMPN 6, SMPN 7, dan SMPN 44.

Aksi pungli itu, kata Emil, sudah tercium saat pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Juni silam. Modus paling marak dilakukan adalah memfasilitasi pemutasian memutasi siswa dengan menarik biaya ilegal.

Emil juga memberi skorsing selama tiga bulan terhadap 5 kepala sekolah dasar. Kelimanya dipastikan akan menerima ganjaran penundaan jabatan. Kelima kepala sekolah itu antara lain kepala SDN Soka, SDN Bina Harapan 1, SDN Bina Harapan 2, SDN Centeh, SDN Halimun, dan SDN Nilem.

Emil juga mengirimkan rekomendasi ke pemerintah Jawa Barat untuk memberi sanksi 5 kepala SMAN yang terbukti menyalahgunakan wewenang. Kelimanya antara lain kepala SMAN 2, SMAN 3, SMAN 5, SMAN 8, dan SMAN 9.

"Kewenangan memberi sanksi bagi kepala SMAN ada di provinsi. Makanya, kami serahkan ke sana," kata dia.

 


(UWA)