Akhirnya Emil Tetapkan Bandung Siaga Banjir

Roni Kurniawan    •    Kamis, 17 Nov 2016 19:18 WIB
banjir pasteur bandung
Akhirnya Emil Tetapkan Bandung Siaga Banjir
Penanganan usai banjir di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Foto: MI/Depi Gunawan

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) menetapkan Kota Bandung dalam status siaga bencana banjir hingga Mei 201. Hal itu sesuai ketetapan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melalui surat nomor 360/284-BPBD yang ditandatangani 1 November.

"Gubernur (Ahmad Heryawan) sudah berikan arahan siaga. Maka, Bandung ikutin arahan siaga banjir sampai Mei 2017 dengan segala konsekuensinya," ujar Emil saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kamis (17/11/2016).

Penetapan status tersebut berkaca pada bencana banjir dalam sebulan terakhir. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah titik di Kota Bandung terendam seperti di kawasan Pagarsih, Gedebage, Pasteur, dan Sukajadi.

Emil mengatakan Pemerintah Kota Bandung hingga kini terus membenahi titik-titik yang menjadi langganan banjir. Bahkan, titik-titik baru pun kini dirambah Pemkot Bandung seperti di kawasan Stasiun Bandung serta Rumah Sakit Mata Cicendo.

"Sebanyak 10 ribu lubang biopori akan dibuat. Selanjutnya dua ribu sumur resapan yang saat ini tengah diminta titik-titiknya pada camat," katanya.

Emil pun mencanangkan danau retensi atau tempat parkir air yang dinilainya bisa menjadi solusi untuk menangani banjir. Saat ini baru terdapat satu danau retensi yang telah dibuat Pemkot Bandung, yakni di Taman Lanjut Usia (Lansia) di Jalan Diponegoro.

"Ada lima titik. Yang terdekat ini akan dimulai di Jalan Bima," ujar dia.

Untuk program jangka pendek, Emil menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) membangun tol air terutama di kawasan Pagarsih dan Pasteur. Tol air dinilainya bisa berfungsi untuk mempercepat aliran air ke hilir agar tak tumpah ke jalan.

"Tol air ini tidak menyelesaikan 100 persen persoalan karena hanya bersifat emergency," ujarnya.

Selanjutnya, sebanyak 1.500 petugas gorong-gorong disebar ke seluruh kelurahan yang setiap harinya mengeruk sampah yang menyumbat. 

Untuk solusi jangka panjang, Pemkot Bandung saat ini memperbesar ukuran gorong-gorong dengan ukuran 2x2 meter. Saat ini sudah ada 30 ruas jalan yang satu paket dengan gorong-gorong.



(UWA)