Kritisi Dana PON, Jurnalis Tribun Jabar Diintimidasi

Jaenal Mutakin    •    Selasa, 20 Sep 2016 17:02 WIB
kekerasan terhadap wartawan
Kritisi Dana PON, Jurnalis <i>Tribun Jabar</i> Diintimidasi
Ilustrasi. Foto: Antara/Irfan Anshori

Metrotvnews.com, Bandung: Moh. Zezen Zainal, jurnalis dari Tribun Jabar, mendapat ancaman dari sejumlah orang tak lama setelah menulis berita mengenai dana Pekan Olahraga Nasional Jawa Barat.

"Awalnya saya ditelepon dan dikirimi pesan berisi kata-kata kasar. Puncaknya, hari ini ada dua preman menyambangi rumah dan mencari saya. Saat itu, istri saya sedang sendiri," kata Zezen, di Bandung, Selasa (20/9/2016).

Intimidasi muncul setelah berita berjudul "Menpora Ingatkan PB PON. Hati-hati Penggunaan Dana. Jangan Sampai Kasus PON Riau Terulang" menjadi berita utama di Tribun Jabar edisi Sabtu 17 September.

Sekira pukul 10.59 WIB hari itu, Zezen menerima pesan singkat dari seseorang dengan nomor tak dikenal. Orang itu mengaku anggota salah satu ormas dan menanyakan keberadaan dirinya.

"Isinya, saya diminta tidak lagi memberitakan hal-hal sensitif tentang PON, terutama penggunaan dana," ujarnya. Zezen juga mengaku difitnah oleh orang itu.

Tak lama berselang, masuk pesan dari nomor yang berbeda. Orang ini mengaku sebagai Mr. A yang merupakan anggota dari salah satu LSM di Bandung. Pesannya, Zezen diminta untuk mengangkat telepon jika dia menghubungi.

Pukul 14.26 WIB, Zezen kembali mendapatkan pesan singkat dari nomor yang berbeda. Pesan yang dikirim pun meminta Zezen tak memberitakan soal dana PON.

“Dia keberatan dengan berita yang saya buat itu. Dia meminta saya bertemu dengan dia dan teman-temannya. Mereka mengaku tersinggung dengan berita yang saya buat," kata Zezen.

Di dalam pesannya, orang ini mengancam akan mendatangi rumah Zezen jika permintaan bertemu tak digubris. "Dia bahkan mengancam akan membuat saya kapok bila masih membuat berita-berita yang mengkritisi PON.”

Dari sejumlah ancaman itu, Zezen mengaku menanyakan apa alasan mereka keberatan dengan pemberitaan itu. “Saya tidak merasa memberitakan mengenai ormas atau LSM. Yang saya beritakan hanya warning dari Kemenpora agar kasus PON Riau tidak terulang di PON Jabar,” tuturnya.

Puncak intimidasi terjadi hari ini, Selasa 20 September. Pukul 10.30 WIB, rumah Zezen di Soreang, didatangi dua pria tinggi besar dan bertato. Keduanya diterima istri Zezen yang memang sedang sendirian di rumah.

"Mereka menanyakan keberadaan saya. Dan menanyakan kapan saya pulang," kata dia berdasarkan keterangan istrinya. Terang saja istri Zezen ketakutan. "Dia menceritakan kejadian itu sambil sambil nangis dan gemetaran."

Karena sudah mengarah ke tindakan pidana, Zezen memutuskan melaporkan intimidasi itu ke polisi. Pelaporan ini juga didukung tim redaksi Tribun Jabar. “Karena sudah mengancam jiwa dan mengusik ketenangan hidup kami,” kata dia.



(UWA)