5.000 TKI Berangkat ke Timteng Tiap Bulan

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 22 Feb 2018 10:36 WIB
tki
5.000 TKI Berangkat ke Timteng Tiap Bulan
Ilustrasi TKI menyelesaikan urusan keimigrasian/ANT/Hafidz Mubarak

Cirebon: Sekitar 5.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) tetap dikirim ke Timur Tengah setiap bulannya, meski sudah ada penghentian pengiriman TKI untuk wilayah Timur Tengah sejak 2015 lalu. 

Sekjen Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Bobi Anwar Maarif mengatakan penghentian pengiriman TKI ke Timur Tengah hanya untuk pekerja perorangan. Sehingga, tenaga kerja untuk perusahaan masih diperbolehkan.

"Celah ini yang banyak dimanfaatkan oleh perusahaan penyalur tenaga kerja untuk bisa mengirimkan TKI ke Timur Tengah," kata Bobi saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 21 Februari 2018.

Jumlah 5.000 TKI yang dikirim ke Timur Tengah dalam setiap bulannya merupakan tenaga kerja yang mendapat keterangan tertulis sebagai pekerja di perusahaan. 

Namun, para pekerja itu juga rentan dimanfaatkan sebagai pekerja individual. Dari informasi yang didapatkan oleh SBMI, para pekerja tersebut dipindahkerjakan ke perorangan oleh agen.

"Jadi, job order-nya kerja di perusahaan, tapi pas di Timur Tengah, malah dipekerjakan perorangan," beber Bobi.

Para agen nantinya menjual para pekerja tersebut dengan kontrak pendek, mulai dari seminggu hingga tiga bulan. Para majikan nantinya harus memperpanjang kontrak jika ingin kembali menggunakan jasa TKI itu. 

Menurut Bobi, untuk memperpanjang kontrak, majikan harus membayar sekitar SAR10 ribu hingga SAR20 ribu per tiga bulan.

"Sehingga, majikan harus menebus dan memperpanjang kontrak tersebut selama tiga bulan sekali dalam kurun dua tahun," kata Bobi.


(LDS)