GBHN Mandek di Dewan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 08 Mar 2018 19:32 WIB
mpr
GBHN Mandek di Dewan
Ilustrasi gedung MPR/DPR/DPD. Foto: Antara.

Sumedang: Megawati Soekarnoputri dalam orasi ilmiahnya mengatakan bangsa Indonesia perlu pemikiran yang mendalam dan cermat mengenai pentingnya Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan negara.

Menurutnya, GBHN sendiri bisa menjadi cetak biru rencana pembangunan nasional selain itu arah perkembangan politik pemerintahan juga disusun berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, juga sudah seharusnya ditetapkan dalam GBHN.

"Kita perlu pikirkan secara cermat dan mendalam, mengenai pentingnya GBHN sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan negara," ucap Presiden Kelima Republik Indonesia, di IPDN Jalan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis, 8 Maret 2018.

Menanggapi hal ini, Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan pihaknya masih mengkaji mengenai haluan negara tersebut.

"Sekarang lagi mandek di MPR, partai - partai belum sepakat. Biasalah kita tidak mudah dulu ada amandemen karena ada momentum kita coba lagi, seluruh teman - teman fraksi sudah sepakat butuh haluan negara namun isinya seperti apa masih mandek sampai sekarang," ucap Zulkifli.

Dirinya berharap dukungan dari Megawati yang terus mendorong percepatan perumusan GBHN tersebut, bisa menggugah perwakilan fraksi unyuk segera menyepakati.

"Nah dengan dukungan Mbak Mega yang konsisten tadi kita akan gugah dan coba kawan kawan dari fraksi," tandasnya.

Sementara itu, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan untuk merumuskan GBHN diperlukan amandemen (usul perubahan undang - undang) yang harus disepakati oleh seluruh partai.

"Kalau memang GBHN diperlukan seperti dulu,  harus amandemen kita lihat saja bagaimana keputusannya. Amandemen kan UUD kalau MPR yang merubah UUD maka harus kesepakatan dari partai - partai, tanpa itu ya enggak bisa," pungkasnya.


 


(SUR)