Cegah Difteri Lewat Imunisasi Sejak Dini

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 06 Dec 2017 20:07 WIB
klb difteri
Cegah Difteri Lewat Imunisasi Sejak Dini
Siswa menjalani suntik imunisasi saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Foto: ANTARA/Rahmad

Bandung: Wabah difteri dapat dicegah sejak dini. Imunisasi DPT (difteri, pertutis, tetanus) sejak usia dini jadi solusi.

Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak RS Hasan Sadikin Kota Bandung, Dr Djatnika Setiabudi, mengatakan imunisasi DPT diberikan kepada anak mulai umur 18-24 bulan secara bertahap.

"Imun merupakan toksin (racun) dari difteri yang disuntikkan kepada anak sehingga menyebabkan kekebalan tubuh," ucap Djatnika, Rabu 6 Desember 2017.

Djatnika menuturkan, saat anak beranjak masuk ke sekolah dasar imunisasi tersebut juga harus kembali diberikan. Menurut penelitian, kekebalan terhadap bakteri difteri semakin menurun saat anak tumbuh dewasa.

"Anjuran yang terbaik ketika anak berumur 10 tahun, harus diberikan imunisasi lagi untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya," bebernya.

Djatnika menyebut sebagian besar pasien yang terkena wabah difteri di RSHS Bandung karena tidak memperoleh imunisasi DPT sebelumnya. Kekebalan mereka terhadap difteri rendah.

Sementara itu, Dr Anggraini Alam Staf SMF Kedokteran Anak RSHS Bandung mengatakan Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan Imunisasi DPT bagi masyarakat. Penanganan terhadap difteri juga telah dilakukan sejak lama oleh Dinkes, mulai dari melakukan pencarian kasus, kontak kasus hingga apa yang dilakukan untuk kasusnya.

"Hal ini terbukti dengan pemberian anti toksin pada pasien, pemberian antibiotik, lalu pemeriksaan juga dilakukan terhadap orang-orang terdekat pasien. Untuk yang masih di bawah umur, diberikan obat sirup sedangkan untuk yang dewasa diberi kapsul sekaligus imunisasinya," pungkasnya.


(SUR)