Pendekar NU Siap Lindungi Kiai dari Persekusi

   •    Minggu, 28 Jan 2018 23:23 WIB
penganiayaan
Pendekar NU Siap Lindungi Kiai dari Persekusi
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto turut hadir di acara Pagar Nusa NU di Cirebon, Jawa Barat, Minggu, 28 Januari 2018. Foto: Puspen TNI

Cirebon: Ribuan pendekar Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Pagar Nusa NU berkomitmen mengawal kiai dari persekusi. Sikap ini sebagai reaksi dari penganiayaan terhadap kiai dari Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Kami berikrar siap mengamankan para kiai dari gangguan dan serangan yang dilancarkan pihak-pihak yang ingin mengganggu NU," kata Ketua Umum PP Pagar Nusa, Nabiel Haroen, dalam keterangan tertulis, Minggu, 28 Januari 2018.

Ikrar itu disampaikan Nabiel di hadapan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH Said Aqil Siradj. Ikrar disampaikan di sela-sela kegiatan Ijazah Kubro dan Pengukuhan PP Pagar Nusa masa khidmat 2017-2022 di Lapangan Puser Bumi, Ciperna, Kabupaten Cirebon, pagi tadi. 

Ikrar juga disaksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

“Kami tunggu perintah dari para kiai. Kapan pun kami siap bergerak, tentu saja tetap dalam koridor hukum," kata Nabiel.

Maruf Amin mengapresiasi ikrar ini. Menurutnya, ikrar tersebut membuat para ulama NU lebih tenang melayani umat dan tak khawatir terhadap teror yang muncul.

“Sudah semestinya para ulama dan kiai dilindungi karena mereka adalah pewaris para nabi,” kata Maruf Amin.

Pemimpin Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kiai Umar Basri, 60, dianiaya orang tak dikenal, Sabtu, 27 Januari 2018. Umar dianiaya usai menunaikan ibadah salat subuh di Masjid Al-Hidayah Kamyang Santiong.

Baca: Pemimpin Ponpes di Cicalengka Dianiaya Orang tak Dikenal

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bangga dengan militansi para pendekar NU. Menurutnya, kiprah pendekar NU tak perlu diragukan lagi. 

"Pendekar NU ikut mengawal perjuangan kemerdekaan RI. Tanpa peran mereka, kecil kemungkinan Indonesia bisa merdeka," kata Hadi.

Dalam kegiatan itu, dilakukan penandatangan nota kesepakatan (MoU) pengiriman pelatih silat antara Pagar Nusa NU dengan Taiping Su Federation, organisasi pencak silat asal Tunisia. 

“Ini menandai kebangkitan silat Indonesia. Nanti pada Agustus, untuk pertama kalinya, silat akan dipertandingkan di Asian Games dan kita menjadi tuan rumah,” kata Imam Nahrawi.


(UWA)