Emil Berpantun agar Parpol Lain Ikut Mendukung

Roni Kurniawan    •    Minggu, 19 Mar 2017 12:58 WIB
pilkada jabar
Emil Berpantun agar Parpol Lain Ikut Mendukung
Ridwan Kamil saat berpidato dalam deklarasi dukungan Partai NasDem untuk Pilgub Jabar 2018 di Tegalega, Bandung, Minggu (19/3/2017). (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Meski telah resmi mendukung Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar 2018, Partai NasDem tak bisa berdiri sendiri. NasDem harus berkoalisi untuk memenuhi syarat minimal agar Wali Kota Bandung itu bisa melenggang ke kontestasi Jawa Barat satu.

Syarat untuk mengusung pasangan calon adalah parpol atau koalisi parpol minimal memiliki 20 persen kursi DPRD provinsi atau akumulasi perolehan suara sah pemilihan legislatif sebelumnya minimal 25 persen.

Padahal, Nasdem hanya memiliki lima kursi di DPRD Jabar. Karenanya, NasDem musti berkoalisi dengan parpol lain untuk mengusung Ridwan Kamil berlaga di Pilgub Jabar.

Seolah sadar dengan fakta itu, pemilik sapaan Kang Emil pun sempat mengajak parpol lain mendukung dirinya. Ajakan itu dia sampaikan pada akhir pidato di Monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegalega Kota Bandung, Minggu, 19 Maret 2017.

"Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian. Partai NasDem sudah dahulu, kenapa partai lain masih banyak pikiran," kata Emil menutup pidato deklarasi dukungan Partai NasDem itu.

Sekadar informasi, kursi DPRD Jabar berisi dari 100 kursi. Terdiri dari PDIP (20 kursi), Golkar (17), Demokrat (12), PKS (12), Gerindra (11), PPP (9), PKB (7), NasDem (5), PAN (4), dan Hanura (3).

Jika parpol poros pendukung pemerintahan Jokowi-JK solid, persentase dukungan parpol pada Pilgub Jabar 2018 mencapai 65 persen kursi DPRD. Terdiri dari PDIP, Golkar, PPP, PKB, NasDem, PAN, dan Hanura.

Sementara poros oposisi yang terdiri dari PKS dan Gerindra punya kekuatan 23 persen kursi DPRD Jabar. Artinya, bisa mengusung pasangan calon sendiri.

Sedangkan Partai Demokrat, sebagai poros penyeimbang, akan berdiri sendirian dengan kursi 12 persen kursi DPRD Jabar; tidak memenuhi syarat mengajukan pasangan calon.

Namun jika koalisi parpol pada Pilgub DKI Jakarta terjadi pada Pilgub Jabar, poros penyeimbang (Demokrat, PPP PKB dan PAN) memiliki 32 persen kursi. Artinya, memenuhi syarat mengusung pasangan calon sendiri.




(SAN)