3 Kali Tak Indahkan Larangan Styrofoam, Izin Usaha Dicabut

Roni Kurniawan    •    Jumat, 14 Oct 2016 13:06 WIB
sampah
3 Kali Tak Indahkan Larangan Styrofoam, Izin Usaha Dicabut
Seorang warga memunguti plastik dan sampah stryofoam di Jakarta. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung akan memberikan sanksi tegas terhadap semua jenis usaha yang masih menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan atau minuman. Sanksi paling keras adalah menutup izin usaha bagi pengusaha yang membangkang.

"Kita akan tegur tiga kali. Kalau masih melanggar, akan kita cabut izinnya atau hal-hal lain yang bisa dilakukan secara hukum," kata pria yang akrab disapa Emil ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (14/10/2016).

Emil mengatakan pelarangan ditetapkan mulai 1 November sebagai salah satu upaya mengurangi pencemaran lingkungan. Limbah styrofoam merupakan salah satu penghasil sampah terbesar di Kota Bandung.

"Selalu menghasilkan sampah yang banyak setiap bulannya," kata Emil.

Untuk menguatkan larangan, Emil menggunakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2005 tentang Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan (K3).

Emil mengatakan pelarangan akan dilakukan bertahap. Untuk awal Pemkot Bandung fokus ke pedagang kaki lima (PKL) dan restoran. Selanjutnya, akan dilakukan ke pasar swalayan.

"Mudah-mudahan bisa diterapkan secara nasional. Produsen mie instan yang masih pakai styrofoam harusnya berganti ke karton," kata Emil.



(UWA)