Korban First Travel yang tak Lelah Mengharap Keadilan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 05 Sep 2017 15:12 WIB
kemelut first travel
Korban First Travel yang tak Lelah Mengharap Keadilan
Ilustrasi -- ANT/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Sejumlah korban penipuan paket umrah murah First Travel masih terus memperjuangkan nasib. Mereka melapor ke posko bantuan yang telah disiapkan kepolisian di setiap wilayah dan berharap dana yang telanjur disetor dapat kembali.

Di Bandung, ada 141 korban First Travel melapor ke Polrestabes Bandung. Adrian, 48, salah satu korban First Travel, mengatakan, banyak yang menghubunginya untuk bergabung dalam satu grup sebelum selanjutnya membuat laporan ke polisi.

"Setelah saya buat grup, semakin banyak korban First Travel menghubungi dan ikut gabung. Sampai saat ini, ada 170 orang yang sudah tergabung dalam satu grup WhatsApp," kata Adrian kepada Metrotvnews.com di Bandung, Jawa Barat, Selasa 5 September 2017.

(Baca: Data Jemaah Bandung Korban First Travel Segera Dikirim ke Mabes Polri)

Adrian mengaku, mengalami kerugian hingga Rp28,9 juta akibat tergiur iming-iming umrah murah dari First Travel. Kini, tidak hanya mimpinya ke Mekkah bersama istri terancam sirna, tapi uangnya juga kemungkinan besar raib.

"Padahal saya mengumpulkan uang itu dari hasil kerja saya selama setahun. Awalnya saya tidak mau ke situ (First Travel). Tapi, banyak testimoni yang bilang bagus. Saya akhirnya mendaftar, malah jadi begini (korban penipuan)," ucapnya.

Namun, lelaki yang sehari-hari berjualan remote control ini tidak mau larut dalam kesedihan. Menurutnya, ada nilai positif dari musibah yang dialaminya. "Ke Baitullah (Mekkah) itu kan undangan dari Allah. Saya percaya, dengan kejadian yang menimpa saya ini, berarti Allah memiliki rencana lain dan terbaik untuk saya," bebernya.

Harapannya kini tak muluk-muluk. Adrian hanya ingin uang yang telah disetorkan kepada First Travel bisa kembali.

"Menurut informasi, masih ada aset dari pemilik First Travel. Jadi, saya pikir masih ada harapan (uang kembali)," paparnya.

Selain melapor ke Polrestabes Bandung, Andrian dan korban First Travel lainnya sempat memperjuangkan nasibnya ke Kementerian Agama. "Setelah itu, memproses kasusnya ke polrestabes dan ditangani sampai sekarang," tandasnya.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Kombes M. Yoris Maulana menjelaskan, pihaknya masih mengumpulkan data korban First Travel di wilayah Bandung. "Nanti setelah lengkap, akan kita serahkan ke Bareskrim," pungkasnya.

(Baca: Bos First Travel Banyak Ibadah di Sel)

Sebelumnya, Andika dan Anniesa, pemilik First Travel, ditangkap Bareskrim Polri di kompleks perkantoran Kementerian Agama pada Rabu 8 Agustus 2017. Keduanya harus berurusan dengan hukum karena diduga menipu sejumlah calon jemaah umrah.
 
Akibat perbuatannya, pasangan suami istri itu dijerat Pasal 55 jo Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP, serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Bukan cuma soal penipuan, polisi juga bakal mengusut dugaan TPPU keduanya.

 


(NIN)