Sebuah Ruko di Jatinangor Disebut Sarang Teroris

Arga sumantri, Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 12 Aug 2017 14:22 WIB
ledakan di kampung melayu
Sebuah Ruko di Jatinangor Disebut Sarang Teroris
Polisi berjaga di lokasi penggeledahan terduga teroris di Sumedang, Sabtu 12 Agustus 2017. Foto: Metrotvnews.com/Octavianus

Metrotvnews.com, Sumedang: Sebuah ruko di Jalan Raya Rancaekek Kampung Munggang Kidul, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, disebut sebagai sarang teroris. Di ruko itu teroris diduga sering berkumpul untuk merencanakan pengeboman di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

"DG berkumpul di sini bersama dua pengantin yang beraksi di Kampung Melayu," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, di lokasi, Sabtu 12 Agustus 2017.

Ruko itu diketahui milik kakak kandung DG. Namun, kakaknya tak mengetahui apa kegiatan yang dilakukan DG.

Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri menangkap DG di rumahnya di depan perumahan Panorama, Kabupaten Sumedang, tadi pagi. Densus lalu menggeledah ruko yang diduga tempat berkumpul tak jauh dari sana.

Dari penggeledahan di ruko, petugas menyita beberapa dokumen. "Kami hanya menemukan dokumen di sini," kata Yusri.

Baca: Motivator Pelaku Bom Kampung Melayu Ditangkap

DG merupakan terduga teroris kesembilan yang ditangkap terkait dalam kasus bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, 24 Mei 2017. Sebanyak 16 orang menjadi korban, lima di antaranya tewas. Tiga yang tewas merupakan anggota Polri dan dua lainnya warga sipil yang merupakan pelaku pengemboman.

DG disebut merupakan bagian dari kelompok pengajian Asshaqira Asshunah di Cileunyi, Kabupaten Bandung, bersama dua pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu. "Kita masih mengejar terduga teroris lain," ujar Yusri.




(UWA)