Pedagang Cilok Divonis 14 Tahun

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 20 Apr 2017 18:37 WIB
pembunuhan
Pedagang Cilok Divonis 14 Tahun
Jufri, terdakwa kasus pembunuhan pasangan suami istri di kiaracondong bandung divonis 14 tahun penjara--MTVN/Okta--

Metrotvnews.com, Bandung: Jufri Sahempa, 47, terdakwa kasus pembunuhan pasangan suami istri Ade Sumarna dan Lina Marlina divonis 14 tahun kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis 20 April 2017. Pria yang berprofesi sebagai pedagang cilok itu terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan.

Ketua Majelis Hakim Lian Sibarani dalam persidangan menyatakan, Jufri dijerat Pasal 338 dan 351 ayat 1 KUHPidana. Vonis hakim lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut 15 tahun penjara.

Selanjutnya, Ketua Majelis Hakim menuturkan hal-hal yang memberatkan terdakwa, dimana akibat peristiwa pembunuhan tersebut mengakibatkan luka mendalam bagi keluarga korban.

"Untuk hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya, berlaku sopan selama proses persidangan dan memiliki tanggung jawab keluarga," kata Hakim Lian.

Dalam amar putusan kasus pembunuhan pasutri tersebut dijelaskan, kronologis awal dimana 
Lina Marlina, 41 dan Ade Sumarna, 38, ditemukan tak bernyawa di kamar kontrakannya Gang Desa, Jalan Kiaracondong Bandung Minggu 27 November 2016.

Jufri yang merupakan tetangga korban, terlibat cekcok mulut dengan Lina karena air kamar mandi yang kering. Korban sempat menyatakan bahwa, dirinya juga tidak kebagian air.

Tak lama kemudian datanglah suaminya yaitu Ade yang masuk ke pelataran kontrakan dan mempertanyakan keributan yang terjadi. Situasi memanas dan akhirnya berhasil dilerai oleh tetangga sekitar yang melihat kejadian tersebut.

"Korban Ade yang masih berdiri di depan pintu kamar lalu dihampiri oleh terdakwa yang langsung menusuk ke arah dada. Sempat ditangkis, namun kembali terdakwa menghujamkan tusukan ke dada korban hingga terjatuh ke dalam kamar," kata Majelis Hakim.

Selanjutnya, korban Lina yang melihat terdakwa membawa pisau bersimbah darah tersebut sempat berlari untuk menghindar. Namun korban ditusuk oleh terdakwa. 

Saat korban membalik, terdakwa yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang cilok ini, kembali menusuk bibir, dada, dan wajah korban hingga korban tersungkur.

"Di sini, terdakwa kembali ke kamarnya mencuci tangan yang berlumuran darah lalu keluar kamar membawa pisau yang selanjutnya menyerahkan diri ke Mapolsek Kiaracondong Kota Bandung," ujarnya.


(ALB)