Gula Milik Petani di Cirebon Belum Laku Dijual

Antara    •    Sabtu, 11 Nov 2017 16:22 WIB
gula
Gula Milik Petani di Cirebon Belum Laku Dijual
Buruh tani memanen tanaman tebu di Semarang, Selasa 12 September 2017, Ant - Aditya Pradana Putra

Cirebon: Petani tebu di Cirebon, Jawa Barat, menggiling gula yang sudah dipanen sebulan lalu. Namun sejak itu, gula belum juga laku dijual.

Wakil Ketua DPD Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar, Mae Azhar, mengatakan kondisi itu membuat petani terpuruk. Padahal petani menunggu hasil panen sejak setahun lalu.

"Setelah panen, gulanya belum laku dijual," kata Mae di Cirebon, Sabtu 11 November 2017.

Tapi petani tak bisa berbuat banyak. Justru kondisi itu membuat petani tambah sulit karena mereka sulit menemukan pupuk, belum lagi kredit petani gula.

"Saya sangat yakin kalau keadaan masih terus seperti ini pabrik gula yang ada di Jawa Barat semuanya akan tutup," tuturnya.

Wakil Sekretaris APTRI Jawa Barat, Didi Junaidi, mengatakan kondisi itu terjadi setelah asosiasi petani tebu menolak menjual gula ke Bulog. Sebab, Bulog menetapkan harga beli gula sebesar Rp9.700 per kg. 

"Kami menolak karena harga tersebut terlalu rendah," ujar Didi.

Seharusnya, lanjut Didi, harga gula di tingkat petani sebesar Rp11 ribu per kg. Menurut Didi, harga tersebut ideal. Karena, petani harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp10 ribu per kg.

"Jadi harga dari pemerintah sangat memberatkan bagi kami. Untuk itu kami juga terpaksa mencari investor lain yang berani menawar lebih tinggi," katanya lagi.


(RRN)