Keluarga Tunggu Kabar Korban Tsunami

Octavianus Dwi Sutrisno, Antonio    •    Senin, 24 Dec 2018 18:57 WIB
Tsunami di Selat Sunda
Keluarga Tunggu Kabar Korban Tsunami
Suasana pemakaman korban tsunami di Bekasi, Senin, 24 Desember 2018, Medcom.id - Antonio

Depok: Keluarga menunggu kabar Ida Susanti yang belum ditemukan di kawasan Anyer, Pandeglang, Banten. Ida hilang setelah tsunami dari arah Selat Sunda menerjang kawasan Anyer dua hari lalu.

Yanto mengatakan Ida berlibur di Anyer bersama suaminya, Parwoto dan tiga anaknya yaitu Inggrid Pratiwi, Ghani, serta Ibnu. Mereka merupakan warga Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.

"Saya dapat cerita, awalnya sekitar 21.30 WIB, ada ombak kecil. Yang kedua itu besar," ujar Yanto, yang merupakan kerabat keluarga Ida, di Depok, Senin, 24 Desember 2018.

Baca: Pencarian Korban Tsunami Diperluas ke Ujung Kulon

Kerabat lain, lanjut Yanto, telah berangkat ke Anyer untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan Parwoto dan keluarga. Parwoto bersama tiga anaknya selamat. Mereka menjemput Parwoto dan tiga anaknya untuk dirawat di RSUD Depok. 

"Sedangkan istrinya belum ditemukan," kata Yanto.

Manager on Duty RSUD Kota Depok Riyanto mengatakan Parwoto dan tiga anaknya mengalami luka. Tapi, Inggrid dan adik-adiknya sudah bisa puang karena sembuh. Sedangkan Parwoto menjalani perawatan intensif.

"Ia mengalami benturan akibat terjangan ombak dan terhimpit kendaraan. Namun kondisinya kita pantau terus dan ditangani oleh dokter spesialis," pungkasnya.

Baca: Bangunan di Pesisir Pantai Pandeglang Hancur Diterjang Tsunami

Sementara itu, di Bekasi, empat kader Partai Golkar yang menjadi korban tsunami, dimakamkan. Mereka yaitu Masnadi, 42; Nurhasan, 32; Soleh, 40; dan Sulaeman,  38. 

Prosesi persemayaman dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang juga Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Ratusan orang yang merupakan kerabat, tetangga dan rekan - rekan korban datang ke lokasi untuk melihat prosesi pemakaman keempat jenazah tersebut. 

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Maryadi, mengatakan, turut berdukacita atas meninggalnya empat orang kader tersebut. 

"Ini musibah dari Allah, mudah-mudahan amal ibadah diterima dan keluarga juga diberi kesabaran," kata dia di Bekasi. 

Ia menyatakan, korban Masnadi merupakan Ketua Pengurus Kelurahan (PL) Partai Golkar Kelurahan Pejuang. Dirinya berterimakasih atas dedikasi kadernya. 

"Dedikasi beliau sangat baik dan juga di dalam mimpin Partai Golkar saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian sahabat saya, saudara saya," ujarnya.

Hingga berita ini dimuat, sebanyak 281 orang meninggal akibat tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Banten, hingga Senin, 24 Desember 2018. Sementara 57 orang masih dicari.

Sedangkan 1.061 orang terluka dan 11.687 penduduk pengungsi. Korban ditemukan di lima kabupaten di Banten dan Lampung.


(RRN)