Pengikut Dimas Kanjeng Juga Tersebar di Cianjur

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 30 Sep 2016 16:01 WIB
pembunuhan
Pengikut Dimas Kanjeng Juga Tersebar di Cianjur
Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, MI - Abdussyukur

Metrotvnews.com, Bandung: Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi memiliki banyak pengikut. Puluhan di antaranya berasal dari Cianjur, Jawa Barat, yang melapor menjadi pengikut sekaligus korban penipuan Dimas Kanjeng.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mendapat laporan 30 warga Cianjur mengaku menjadi pengikut Dimas Kanjeng. Mereka juga menjadi korban karena harus menyetorkan sejumlah uang kepada Dimas Kanjeng.

"Sebanyak 30 orang menjadi pengikut. Mereka ditarik (uang) oleh seseorang yang berperan sebagai koordinator dan penghubung dengan Dimas Kanjeng," kata Yusri di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (30/9/2016).

Namun, kepolisian tak dapat bertindak. Sebab, warga yang mengaku korban belum melaporkan kasus tersebut secara tertulis ke kantor polisi.

Yusri mengatakan Polres Cianjur sudah mengantongi identitas mereka. Mereka juga tertarik bergabung dengan Dimas Kanjeng lantaran pria asal Probolinggo, Jawa Timur, itu dapat menggandakan uang.

"Menurut informasi, para pengikut padepokan tersebut harus menyetorkan uang minimal sebesar Rp 2,5 juta. Nantinya uang itu akan dikembalikan kepada mereka denga n jumlah berlipat ganda," ungkap Yusri.

Sementara itu, Dimas Kanjeng masih diperiksa di Mapolda Jawa Timur. Kasus utama yang menjerat Dimas Kanjeng yaitu pembunuhan dua mantan pengikutnya. 

Dimas Kanjeng diduga menjadi otak pembunuhan kedua korban. Motif pembunuhan yaitu Dimas Kanjeng khawatir kedua pengikutnya akan mengungkapkan penipuan di padepokannya.

Pada 22 September, Polda Jatim mendatangi Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo. Polisi lantas menggelandang Dimas Kanjeng ke Mapolda Jatim terkait kasus pembunuhan tersebut.

Baca: Seribu Polisi dan Barakuda Dikerahkan Tangkap Pimpinan Padepokan di Probolinggo

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar membeberkan kasus yang menyeret Taat Pribadi bermula adanya temuan jenazah di Situbondo pada April tahun lalu. Jenazah diduga kuat merupakan salah satu murid Taat Pribadi di padepokan miliknya.

Baca: Dua Santri Tewas, Polisi Dalami Keterlibatan Dimas Kanjeng Taat Pribadi
 


(RRN)