Pilgub Jabar 2018

Sampah dan Pasar Jadi Fokus Kampanye Dua Cagub di Bekasi

Roni Kurniawan, Antonio    •    Kamis, 19 Apr 2018 12:04 WIB
pilgub jabar 2018
Sampah dan Pasar Jadi Fokus Kampanye Dua Cagub di Bekasi
Ilustrasi Pilkada Jabar, Medcom.id - M Rizal

Bekasi: Dua calon gubernur Jawa Barat berkampanye di daerah Bekasi dalam dua hari berturut-turut. Kenyamanan dan kebersihan lingkungan menjadi fokus utama kampanye Ridwan Kamil (Emil) dan Deddy Mizwar di Bekasi.

Pada Kamis, 19 April 2018, Emil mendatangi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang Bekasi. Calon dengan nomor urut 1 itu mengatakan kondisi TPST kritis. 

Sebab, sampah menggunung hingga ketinggian lebih dari 40 meter. Bukan hanya dari Bekasi, sampah juga berasal dari Jakarta.


(Cagub Jabar Ridwan Kamil memantau aktivitas di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Kamis, 19 April 2018, Medcom.id - Roni)

"Menurut aturan, ketinggian tumpukan sampah maksimal 20 meter. Tapi ini sudah 40 meter dan lahannya sudah habis. Kita harus duduk (berkomunikasi) dengan Pemerintah DKI Jakarta dan kota/ kabupaten lain agar menangani masalah ini," ujar Emil.

Bila terpilih menjadi Gubernur, TPST Bantar Gebang, katanya, akan masuk dalam agenda khusus pemerintahannya. Apalagi, sampah yang dibawa dari Jakarta cukup banyak dan dibuang ke Bantar Gebang.

"Sampah yang lima ribu sampai dengan tujuh ribu ton per hari dari Jakarta yang dibuangnya ke wilayah Jawa Barat. Jadi kerjasama dengan Pemda Jakarta harus jadi perhatian yang maksimal," tuturnya.

Sementara itu, Deddy Mizwar berkampanye di Bekasi pada Rabu, 18 April 2018. Calon nomor urut 4 itu mengunjungi Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi. 


(Cagub Jabar Deddy Mizwar mendatangi Pasar Tambun, Bekasi, Rabu, 18 April 2018, Medcom.id - Antonio)

Kebersihan dan kenyamanan, ungkap Deddy, merupakan perhatian utama di pasar tradisional. Termasuk, pengawasan terhadap harga bahan pokok di pasar.

Deddy mengatakan akan merevitalisasi pasar tradisional. Sehingga, bila menjadi gubernur nantinya, ia akan memetakan pasar-pasar yang perlu direvitalisasi. Rencana itu akan dikoordinasikan dengan kepala daerah di kabupaten maupun kota setempat.

“Yang penting kenyamanan, kebersihan, kalau harga barang kan rata-rata klontong besar, kalau sayur mayur, daging itu fluktuatif,” ujarnya.



(RRN)