Kawasan Sekitar Stasiun Bogor Akan Disulap Jadi RTH

Rizky Dewantara    •    Senin, 27 Aug 2018 18:05 WIB
ruang terbuka hijau
Kawasan Sekitar Stasiun Bogor Akan Disulap Jadi RTH
Wali Kota Bogor Bima Arya (tengah) saat berkunjung ke Plaza Kapten Muslihat, atau yang lebih dikenal sebagai Taman Topi. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan membangun ruang terbuka hijau (RTH) yang terintegrasi dengan Stasiun Besar Bogor, sarana ibadah Masjid Agung dan infrastruktur lain di atas bekas lahan Plaza Kapten Muslihat. Luas lahan tersebut mencapai 2,3 hektare.

Langkah ini diambil Pemkot Bogor lantaran habisnya masa kontrak PT Exotica selaku pengelola Plaza Kapten Muslihat, atau yang lebih dikenal sebagai Taman Topi pada Desember 2018. Lahan tersebut merupakan aset Pemkot Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut kontrak pengelolaan lahan tidak diperpanjang. "Sehingga ke depan, Pemkot Bogor akan menyulap Taman Topi sebagai RTH yang terintegrasi," kata Bima saat ditemui di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 27 Agustus 2018.

Dia dan jajarannya sempat meninjau setiap sudut Plaza Kapten Muslihat yang di dalamnya memiliki beberapa kios berbentuk topi. Mereka juga melihat Taman Irma Ade Suryani, sarana bermain anak, di dalam lahan.

Dia mengajak pengelola untuk menyosialisasikan ke pedagang terkait akan habisnya kontrak.

RTH yang akan dibangun nanti  memiliki lorong bawah tanah menuju Stasiun Bogor. "Lorong tersebut akan ditempati pula oleh para UMKM dan PKL yang selama ini berdagang di kawasan tersebut," ucap Bima.

Rencana jangka panjang ini menjadi bagian yang terintegrasi dengan stasiun dan Masjid Agung. Jadi Plaza Kapten Muslihat ini akan menjadi Taman Raya Bogor.

"Pembangunan ini harus terintegrasi, tidak boleh masing-masing jalan sendiri dengan desain berbeda-beda," ungkapnya.

Kawasan ini memiliki kepadatan yang cukup tinggi dan ingin dijadikan kawasan publik yang nyaman. Dia menyebut tempat ini bisa didatangi 2.000 pengunjung per hari, yang 70 persen di antaranya dari luar Bogor.

Bima menyatakan, pihaknya sedang mematangkan konsep RTH terintegrasi dan menunggu Detail Engineering Design (DED selesai.

"Yang jelas nanti kita akan ambil alih dulu dan kita lihat mana tenant yang bisa lanjut, mana yang tidak," kata dia.

Sementara itu, Humas PT Exotica Pengelola Plaza Kapten Muslihat, Basiran menjelaskan, pengambilalihan aset telah dikomunikasikan sejak jauh-jauh hari.

"Namun, banyak tenant yang menginginkan diperpanjang kontraknya. Kami akan mengusahakan untuk bisa dilanjut tapi itu tergantung Pemerintah Kota Bogor," kata Basir.


(SUR)