Bogor Ajukan Dana Bantuan Rp15 Miliar ke Pemprov Jabar

Roni Kurniawan    •    Selasa, 11 Dec 2018 14:09 WIB
Puting Beliung di Bogor
Bogor Ajukan Dana Bantuan Rp15 Miliar ke Pemprov Jabar
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, saat meninjau lokasi bencana di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 Desember 2018.

Bandung: Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku membutuhkan dana besar untuk memulihkan pemukiman warga yang hancur diterjang angin puting beliung pada Kamis 6 Desember 2018 lalu. Sebanyak 1.821 rumah milik warga hancur sehingga butuh dana yang besar untuk kembali dibangun.

Bima mengaku, telah mengajukan dana bantuan sebesar Rp15 miliar ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun kembali rumah-rumah yang hancur. Bima pun meyakini bantuan tersebut segera tiba karena telah mendapat sinyal dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Nanti gubernur ke Bogor akan meninjau lokasi, sekaligus saya berharap menyampaikan kabar baik yang hari ini sudah mulai diproses, bantuan Rp15 miliar dari Pemprov Jabar," ujar Bima di saat ditemui disela-sela acara Rapa Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank BJB di Hotel Arya Duta, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa 11 Desember 2018.

Baca: Puting Beliung di Bogor Berkategori Ekstrem

Bima mengaku telah menghitung keperluan untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana puting beliung. Bantuan tersebut pun rencananya nanti akan diberikan sesuai dengan kriteria kerusakan rumah yakni rusak berat, menengah dan ringan.

"Dana bantuan itu lebih kepada perbaikan rumah yang terdampak. Karena 40 persen rumah itu rusak berat. Setelah dihitung mudah-mudahan cukup karena yang berat itu akan mendapatkan Rp11 juta, menengah Rp7 juta dan ringan itu Rp5 juta," ujar Bima.

Bima Arya: 900 Bangunan Terdampak Puting Beliung

Bima mengaku, permintaan bantuan pun telah diajukan ke beberapa lembaga seperti ke Badan Nasional Penanggulanganan Bencana (BNBP) serta pemerintah pusat agar pemulihan di Kota Bogor bisa segera dilakukan.

Sementara itu diakui Bima, Pemkot Bogor hanya memiliki dana sebesar Rp5 miliar untuk keperluan kejadian tak terduga seperti bencana serta bantuan sosial di tahun 2018. Nilai tersebut dipastikan tidak akan cukup sehingga meninta bantuan ke Pemprov Jabar dan pemerintah pusat.

"Presiden Jokowi juga secara pribadi sudah mengirimkan bantuan, hari ini kami terima bantuan dari Bapak Presiden," pungkasnya.


(ALB)