Bencana di Jabar Meningkat pada 2018

Roni Kurniawan    •    Rabu, 14 Nov 2018 14:16 WIB
bencana alam
Bencana di Jabar Meningkat pada 2018
Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dicky Saromi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 14 November 2018. Medcom.id/ Roni Kurniawan.

Bandung: Kejadian bencana pada 2018 di Jawa Barat mengalami peningkatan jika dibanding 2017. Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dicky Saromi mengatakan, hingga November 2018 ini, sebanyak 130 telah terjadi bencana di Jabar dibandingkan pada 2017 sebanyak 113 kejadian.

"Ini ada tren peningkatan, karena tahun kemarin (2017) sampai Desember itu ada 113 kejadian, tapi tahun ini (2018) hingga bulan November aja sudah 130 kejadian," kata Dicky di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 14 November 2018.

Dicky mengatakan, bencana banjir dan longsor diakibatkan curah hujan yang tinggi sejak awal November hingga ditetapkannya status siaga satu bencana di Jabar. Bahkan status siaga bencana telah ditetapkan melalui Penetapan Gubernur Jawa Barat no. 365/kep.733/BPBD/2018.

"Musim hujan ini terjadi sampai 31 Mei (2019) nanti yang menyebabkan di beberapa wilayah terjadi banjir dan longsor," jelas Dicky.

Sementara itu, pada November ini sudah sebanyak 23 kejadian banjir dan 60 kejadian longsor di Jabar. Bahkan kejadian longsor di Kabupaten Tasikmalaya menelan enam korban jiwa beberapa waktu lalu.

"Di Kabupaten Tasikmalaya ada enam orang yang meninggal, terus di Kabupaten Pangandaran satu orang tapi masih dalam pencarian," ungkap Dicky.

Dicky pun mengaku, BPBD Jabar terus melakukan berbagai upaya terutama memetakan wilayah yang rawan terjadi bencana baik banjir maupun longsor.

"Tentu kita tidak sendiri, karena kita tugasnua sesuai SOP, siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi pemulihan darurtat," pungkas Dicky.


(DEN)