Pengajuan APBD Perubahan 2018 Kota Bandung Ditolak

Roni Kurniawan    •    Jumat, 02 Nov 2018 12:56 WIB
apbd
Pengajuan APBD Perubahan 2018 Kota Bandung Ditolak
Ilustrasi anggaran, Medcom.id - M Rizal

Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menolak pengajuan APBD Perubahan 2018 Kota Bandung. Sebab, Kota Bandung terlambat menyampaikan pengajuan kepada Pemprov Jabar.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Haru Suandaru, keterlambatan pengajuan APBD Perubahan 2018 dikarenakan proses pembahasan sangat lama tingkat Pemkot Bandung.

"Pembahasan KUPA (kebijakan umun perubahan APBD) kemarin terlalu lama. Karena pembahasannya melibatkan SKPD. Mestinya cukup dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah)," ujar Haru di Bandung, Jumat 2 November 2018.

Haru mengatakan, terlambatnya pengajuan APBD perubahan karena masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mengusulkan tambahan anggaran. Sementara itu anggaran Pemkot Bandung mengalami desifit, karena asumsi penerimaan pendapatan tidak tercapai, namun belanja bertambah. 

"Makanya jadi lama mencapai kesepakatan," sambungnya.

Menurutnya ada beberapa pembiayaan dan proyek Pemkot Bandung yang terkena imbas atas penolakan APBD Perubahan 2018  karena tidak tercantum dalam APBD murni. 

Di antaranya pembiayaan yang tidak bisa dicairkan yaitu tambahan untuk Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK), bantuan operasional RW, honor guru mengaji, serta pembelian tanah untuk RSUD. 

"Padahal PIPPK dan bantuan keuangan operasional RW sangat diperlukan karena hanya dianggarkan untuk sembilan bulan dalam APBD murni. Pemkot harus memaksimalkan anggaran yang ada di APBD murni," pungkasnya.


(RRN)