Saldo e-Toll Kurang Jadi Penghambat Transaksi di Pintu Tol

Roni Kurniawan    •    Sabtu, 22 Dec 2018 13:05 WIB
natal dan tahun baru
Saldo e-Toll Kurang Jadi Penghambat Transaksi di Pintu Tol
Pengemudi kendaraan tengah transaksi menggunakan kartu e-toll dipintu keluar Gerbang Tol Pasteur, Sabtu 22 Desember 2018.

Bandung: Sejumlah pengemudi kendaraan terpaksa harus masuk ke kantor Jasa Marga Purbaleunyi Cabang Pasteur pada Sabtu, 22 Desember 2018. Mereka belum bisa melanjutkan perjalanan setelah keluar pintu tol Pasteur karena saldo kartu e-toll tidak mencukupi untuk bertransaksi.

Hal itu diakui Irwan, petugas Pengumpulan Data Tol Pasteur, menjadi salah satu penghambat laju kendaraan yang hendak masuk ke Kota Bandung. Bahkan hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 70 kendaraan harus menepi dan transaksi tunai dengan petugas Jasa Marga.

"Masih banyak yang saldonya kurang, kita arahkan untuk menepi dulu dan transaksi langsung di kantor. Karena kalau transaksi di gartu tol itu malah akan semakin tambah padat antrian," kata Irwan kepada Medcom di kantor Jasa Marga Purbaleunyi Cabang Pasteur, Sabtu 22 Desember 2018.

Berbagai alasan diakui Irwan dilontarkan para pengendara ketika saldo e-toll berkurang. Padahal di setiap rest area tol terdapat tempat pengisian saldo e-toll salah satunya minimarket res area KM 97 menuju Bandung.

"Kami imbau sebaiknya periksa lagi saldo e-tolnya sebelum melakukan perjalanan masuk ke dalam ruas tol. Hal itu agar memudahkan proses transaksi ketika keluar tol," sambungnya.

Namun Irwan menuturkan, jumlah pengendara yang minim saldo e-toll saat ini berkurang. Pasalnya beberapa bulan yang lalu ketika memasuki libur panjang, setiap hari lebih dari 100 pengemudi yang kekurangan saldo e-toll dan harus menepi guna melakukan transaksi langsung.

"Biasanya ada ratusan kendaraan, tapi sekarang sudah mulai berkurang," tandasnya.


(ALB)