Warga Kota Bandung Gelisah

Roni Kurniawan    •    Selasa, 04 Dec 2018 16:24 WIB
pembegalan
Warga Kota Bandung Gelisah
Suasana lalu lintas di Jembatan Layang Pasopati, Kota Bandung, Selasa 4 Desember 2018, Medcom.id - Roni Kurniawan

Bandung: Warga Kota Bandung, Jawa Barat, gelisah dengan peristiwa begal yang terjadi beberapa hari terakhir. Peristiwa itu mengakibatkan seorang perawat, Neng Meila Susana, 33, meninggal usai dibegal.

Rendi, 24, warga Jalan Gatot Subroto, mengaku khawatir berkendara pada sore hingga malam. Ia pun lebih memilih untuk menggunakan jasa transportasi daring bila harus pulang malam.

"Kalau kerja shift pagi kan pulang maghrib, masih suka bawa motor. Tapi kalau kerja shift malem, kadang enggak bawa motor, lebih milih pake ojek online. Karena takut juga ya," ujar Rendi saat ditemui di kawasan Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Selasa 4 Desember 2018.

Rendi mengaku hal itu dilakukan agar terhindar dari tindak kriminal khususnya begal saat di jalan. Pasalnya, lanjut Rendi, pelaku begal kini tak pandang bulu untuk mencari korban.

"Jadi bukan cuma cewek aja, kadang kan cowo juga suka diincer, apalagi kalau bawa motor sendiri malem-malem," sambungnya.

Hal senada pun diungkapkan Fitria, 31, warga asal Cimahi yang bekerja di Bandung setiap hari. Meskipun setiap hari pulang sore, Fitri tetap was-was ketika melintas ke sejumlah ruas jalan terutama di kawasan Gunung Batu yang merupakan perbatasan Kota Bandung dan Cimahi.

"Pulang sore juga tetep aja ada rasa takut, enggak pernah berani lewat jalan sepi. Lebih baik muter nyari jalan ramai. Apalagi kemarin-kemarin ada kasus (begal) di Bandung, sore lagi," kata Fitri saat ditemui di kawasan Setra Sari Bandung.

Fitri pun mengaku tak berani untuk bermain selepas pulang kerja. Ia gegas langsung pulang sore hari ke rumah ketika suasana masih ramai dan cukup terang diperjalanan.

"Pulang kerja, langsung pulang aja. Enggak kemana-mana, karena takut. Apalagi kalau lewat jalan layang Pasupati, jadi mending langsung pulang aja, karena enggak merasa aman sekarang mah," pungkasnya.



(RRN)