53.821 Jiwa Warga Sukabumi Terdampak Kekeringan

Benny Bastiandi    •    Kamis, 14 Sep 2017 15:23 WIB
kemarau dan kekeringan
53.821 Jiwa Warga Sukabumi Terdampak Kekeringan
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Sukabumi: Jumlah warga terdampak bencana kekeringan bersamaan musim kemarau di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencapai 16.681 kepala keluarga atau sebanyak 53.821 jiwa. Mereka tersebar di 22 kecamatan dengan kondisi kekurangan air bersih.

"Data itu kami rekap sejak mulai memasukinya musim kemarau hingga Agustus," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Usman Jaelani, Kamis 14 September 2017.

Terhitung 1 Agustus, Pemkab Sukabumi sudah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran lahan. Status itu akan diberlakukan hingga tiga bulan ke depan atau hingga Oktober. Penetapan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran lahan itu sebagai percepatan penanganan kebencanaan. 

"Kebanyakan laporan soal keringnya sumber-sumber air yang biasa digunakan masyarakat. Makanya, kita salurkan bantuan air bersih langsung ke lokasi kekeringan," tambah dia.

Selasa 12 September, Tim BPBD menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Loji Kecamatan Simpenan. Penyaluran bantuan akan dilaksanakan ke wilayah lainnya. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, musim kemarau tahun ini akan berlangsung hingga Oktober. 

"Kita siagakan personel untuk mempercepat penanganan bencana kekeringan," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD setempat, ke-22 kecamatan di 54 desa yang dilaporkan mengalami kesulitan air bersih yakni Kecamatan Bantargadung, Cibadak, Sagaranten, Cikidang, Cikakak, Cikembar, Gegerbitung, Ciemas, Ciracap, Palabuhanratu, Simpenan, Surade, Cimanggu, Tegalbuleud, Cidolog, Waluran, Jampang Kulon, Purabaya, Cidadap, Lengkong, Gunungguruh, dan Ciambar.

"Paling banyak warga yang terdampak kekeringan berada di Kecamatan Gegerbitung sebanyak 13.367 jiwa tersebar di tujuh desa," tambah staf pelaksana Pusat Pengendali dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Yana Rusyana. 



(ALB)