Polresta Depok Wajibkan Tiga Personel saat Patroli

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 25 Aug 2018 12:14 WIB
penembakan polisi
Polresta Depok Wajibkan Tiga Personel saat Patroli
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Depok: Polresta Depok melakukan perubahan sistem pola patroli pasca penembakan dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) oleh orang tak dikenal (OTK) di Tol Kanci-Pejagan di KM 224, Cirebon, Jawa Barat.

Kasatlantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan, untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihaknya ingin patroli dilakukan oleh tiga anggota kepolisian.

"Jadi, untuk personel yang biasa patroli sendiri atau dua orang, kini wajib tiga orang jika ingin melakukan patroli atau pengaturan lalulintas di jalan," kata Sutomo di Mapolresta Depok, Sabtu, 25 Agustus 2018.

Baca: 2 Polisi Ditembak Orang Tak Dikenal di Tol Kanci-Pejagan

Sutomo menjelaskan, dengan adanya anggota kepolisian yang cukup saat berpatroli, tindak kejahatan diyakini bisa dicegah atau cepat ditanggulangi.

Sutomo juga ingin anggotanya selama patroli selalu memenuhi standar operasional prosedur (SOP). "Bagi yang melakukan patroli juga, jangan sampai melenceng dari SOP. Mulai hari ini diharapkan bisa diterapkan anggota di lapangan, dan agar lebih waspada juga berhati-hati untuk dapat melindungi dirinya sendiri," tegas Sutomo.

Sebelumnya, Sebelumnya, dua anggota PJR Polda Jabar Aiptu Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana ditembak oleh OTK saat melakukan patroli di Tol Kanci-Pejagan. Keduanya ditembak di KM 224 saat mencoba memperingatkan tiga OTK yang kedapatan berada di pembatas jalan tol.

Pelaku tidak menggunakan kendaraan. Mereka langsung lari keluar jalan tol setelah mendapat tembakan balasan dari petugas.

Baca: Polda Jabar Belum Ketahui Motif Penembakan Polisi di Tol Kanci-Pejagan


(DEN)