Kasus Korupsi Pelebaran Jalan di Depok

Eks Wali Kota Depok Dirawat di Rumah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 07 Sep 2018 14:32 WIB
kasus korupsi
Eks Wali Kota Depok Dirawat di Rumah
Seorang wartawan mengambil gambar rumah eks Wali Kota Depok Nur Mahmudi di Kawasan Kelapa Dua, Depok, Jumat 7 September 2018, Medcom.id - Octa

Depok: Nur Mahmudi Ismail, mantan Wali Kota Depok, Jawa Barat, tengah beristirahat di rumahnya. Lantaran sakit yang ia derita, Nur Mahmudi mengaku tak bisa memenuhi pemeriksaan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka, Depok, di kantor polisi.

Pantauan Medcom.id, Jumat, 7 September 2018, rumah Nur Mahmudi di Perumahan Griya Tugu Asri, kawasan Kelapa Dua, tampak sepi. Tak ada satu orang pun tampak di sekeliling rumah. Hanya ada dua mobil dan satu sepeda motor yang diparkir di garasi. 

Tak lama kemudian, seseorang keluar dari rumah. Faris namanya. Ia mengaku bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Baca: Nur Mahmudi Sudah Lama Ditetapkan Sebagai Tersangka

Saat berhadapan dengan Medcom.id, Faris tersenyum. Ia lalu berjalan ke area kebun sebelah rumah. Ia menyapu dedaunan yang berserakan.

"Saya belum tahu kondisi Bapak (Nur Mahmudi), Mas. Belum sempat ngobrol dengan Bapak," ungkap Faris sambil menyapu.

Namun, kata Faris, atasannya itu sedang berada di rumah. Nur Mahmudi dalam proses pemulihan.

"Saya paling bertemu Bapak pas mau salat Magrib di masjid. Kan dekat," ujar Faris.

Faris enggan bicara lebih lama soal atasannya. Ia meminta izin untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Beberapa waktu berselang, seorang pria berpeci hitam keluar dari rumah. Pria itu mengaku teman dari anak Nur Mahmudi.

"Saya ada urusan bisnis dengan anaknya, bukan bapaknya," kata pria yang enggan menyebutkan namanya.

Pria tersebut mengatakan melihat Nur Mahmudi di rumah. Tapi, Nur Mahmudi sedang sakit. 

Baca: Eks Wali Kota Depok Masih Bisa Diajak Komunikasi

Kemarin, kuasa hukum Nur Mahmudi, Iim Abdul Rahim, mengatakan kliennya dalam kondisi tidak sehat sehingga tak bisa memenuhi pemeriksaan. Lantaran itu, Iim dan Nur Mahmudi meminta penyidik Polresta Depok menjadwalkan ulang waktu pemeriksaan.

"Kami minta diundur sampai pekan depan. Insyaallah Bapak (Nur Mahmudi) hadir. Kita belum bicara materi kasus karena kondisi Bapak. Tapi beliau siap menjalani pemeriksaan," ujar Iim.

Iim mengatakan Nur Mahmudi mengalami sakit di bagian kepala belakang pasca benturan saat mengikuti pertandingan bola voli pada Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia, 18 Agustus 2018.

Baca: Eks Wali Kota Depok Minta Jadwal Ulang Pemeriksaan

Pada 20 Agustus 2018, Polrestabes Depok menetapkan Nur Mahmudi sebagai tersangka kasus korupsi proyek pelebaran jalan. Kerugian negara mencapai kurang lebih Rp10 miliar.



(RRN)